Medan| Wartapoldasu.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumatera Utara 29 – 31 Januari 2026 di Hotel Jw Mariot, Wily Simbolon, S.Sos demisioner ketua PMKRI USU kepada awak media ini mengatakan dan menyampaikan pandangan publik secara terbuka dan bertanggung jawab, sebagai bagian dari komitmen moral kaum muda dan kaum intelektual terhadap kualitas demokrasi dan arah pembangunan Sumatera Utara ke depan.Rabu(21/1/2026).
“Dalam perspektif pembangunan politik modern, partai politik tidak hanya berfungsi sebagai instrumen elektoral, tetapi juga sebagai institusi kaderisasi kepemimpinan, artikulasi kepentingan publik, serta pengawal agenda pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan umum.
Oleh karena itu, kepemimpinan Partai Golkar Sumatera Utara ke depan harus diisi oleh figur yang memiliki kapasitas administratif, pengalaman kepemimpinan, integritas politik, serta sensitivitas sosial yang memadai,”ujarnya
“Berdasarkan pertimbangan tersebut, saya menilai Bupati Labuhanbatu Utara, Bapak Herdianto Sitorus, sebagai salah satu figur yang secara objektif memenuhi prasyarat kepemimpinan politik yang dibutuhkan oleh Partai Golkar Sumatera Utara hari ini.
Selama menjalankan mandat sebagai kepala daerah, beliau menunjukkan kinerja pemerintahan yang relatif stabil, dengan orientasi pada penguatan tata kelola pemerintahan, pembangunan daerah, serta peningkatan kualitas pelayanan publik,”kata wily.
Wili menjelaskan,Hal ini mencerminkan adanya kapasitas teknokratis yang penting dalam kepemimpinan politik kontemporer, di mana legitimasi tidak lagi semata-mata bertumpu pada kekuatan struktural, tetapi pada kinerja dan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.
Dalam konteks tantangan Sumatera Utara yang semakin kompleks mulai dari persoalan ketimpangan sosial, penguatan ekonomi daerah, hingga konsolidasi demokrasi lokal Partai Golkar membutuhkan kepemimpinan yang mampu melakukan sintesis antara kepentingan politik dan kepentingan pembangunan.
“Saya melihat bahwa Herdianto Sitorus memiliki modal pengalaman dan legitimasi sosial yang cukup untuk menjalankan peran strategis tersebut.
Sebagai tokoh pemuda dan mahasiswa Katolik Sumatera Utara, saya menempatkan dukungan ini dalam kerangka etika politik dan tanggung jawab sosial.
Politik, dalam pandangan etika sosial, seharusnya menjadi ruang pengabdian bagi kesejahteraan bersama (bonum commune), bukan sekadar arena kompetisi kekuasaan,”tegasnya
“Oleh karena itu, saya menyatakan dukungan kepada Bapak Herdianto Sitorus untuk maju dan memimpin DPD Partai Golkar Sumatera Utara sebagai bagian dari ikhtiar mendorong pembaruan kepemimpinan politik yang lebih rasional, berorientasi pada kinerja, serta berpihak pada kepentingan publik,”cetusnya
Masih kata wily “Saya berharap Musda Partai Golkar Sumatera Utara dapat menjadi momentum konsolidasi institusional dan regenerasi kepemimpinan yang sehat, demi memperkuat kontribusi Partai Golkar dalam pembangunan demokrasi dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara,”tutupnya mengakhiri. (usman)
- Editor : N gulo
