Belawan| WartaPoldasu.com – Tiga sosiasi pengguna jasa kepelabuhanan, yakni Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), Asosiasi Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ANGSUSPEL). 04/02/26
Serta Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI), menyampaikan apresiasi atas langkah perbaikan layanan dan penguatan keselamatan kerja yang dilakukan PT Belawan New Container Terminal (BNCT) dalam pengelolaan terminal peti kemas di Pelabuhan Belawan.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan antara manajemen BNCT dengan pengurus ketiga asosiasi yang berlangsung di Mr. Boey’s Cafe, Belawan, Selasa (4/2/2026).
Dalam pertemuan itu, para perwakilan asosiasi menilai komitmen BNCT dalam meningkatkan efisiensi layanan dan keselamatan kerja sebagai langkah positif yang sejalan dengan kebutuhan pelaku logistik dan transportasi.
Komitmen tersebut dinilai tercermin melalui penguatan prosedur operasional, pembangunan budaya keselamatan kerja, serta rencana penambahan peralatan utama terminal guna meningkatkan keandalan layanan.
BNCT juga merencanakan penambahan sejumlah alat utama operasional, di antaranya reach stacker untuk mempercepat proses bongkar muat peti kemas, peralatan empty container handling untuk meningkatkan efisiensi penanganan peti kemas kosong, serta beberapa unit internal terminal vehicle (ITV) guna memperlancar pergerakan kontainer di dalam area terminal.
Langkah ini diharapkan dapat menekan waktu tunggu, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.
Ketua ALFI/ILFA, H. Surianto, menyampaikan bahwa meskipun di lapangan masih ditemukan kendala operasional dalam kondisi tertentu—seperti saat sebagian peralatan menjalani pemeliharaan rutin atau mengalami gangguan teknis minor—BNCT dinilai menunjukkan komitmen mitigasi yang baik.
“Dalam kondisi tertentu memang ada alat yang tidak dapat beroperasi karena pemeliharaan atau gangguan teknis.
Namun kami melihat pihak terminal berupaya melakukan mitigasi dengan mengalokasikan alat bongkar muat cadangan sehingga layanan tetap berjalan,” ujar H. Surianto.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan juga perlu diperkuat dari sisi sumber daya manusia.
“Petugas operasional diharapkan tidak hanya fokus pada proses layanan, tetapi juga lebih proaktif dalam merespons dan menangani keluhan pengguna jasa. Respons cepat dan komunikasi yang baik akan menjaga kepercayaan pelanggan,” katanya.
Sementara itu, Ketua ANGSUSPEL, Ery Salim, menilai upaya perbaikan layanan dan penguatan keselamatan kerja yang dilakukan BNCT sebagai langkah strategis dalam menjaga kelancaran arus angkutan di kawasan pelabuhan.
“Keandalan layanan terminal sangat berpengaruh terhadap kelancaran angkutan. Komitmen BNCT dalam meningkatkan efisiensi serta menyiapkan peralatan pendukung patut diapresiasi karena memberikan kepastian layanan bagi pelaku usaha transportasi,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua ASDEKI Sumatera Utara, Surya Darma. Menurutnya, peningkatan keandalan operasional dan kesiapan peralatan merupakan faktor krusial bagi kelancaran kegiatan depo kontainer.
“Langkah BNCT dalam memperkuat keselamatan kerja dan menambah peralatan operasional sudah tepat.
Kami berharap perbaikan ini terus berlanjut agar koordinasi layanan antara terminal dan depo kontainer semakin efektif,” katanya.
Dengan adanya dukungan serta masukan konstruktif dari ketiga asosiasi pengguna jasa, BNCT diharapkan dapat terus melakukan perbaikan berkelanjutan, baik dari sisi peralatan, keselamatan kerja, maupun kualitas pelayanan.
Sehingga Pelabuhan Belawan semakin efisien, andal, dan berdaya saing di tingkat nasional.(usman)
- Editor : N gulo
