Karo| Wartapoldasu.com – Upaya pencegahan paham radikalisme di kalangan pelajar terus diperkuat. Satgas Wilayah (Satgaswil) Sumatera Utara Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdis) Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara.
Menggelar sosialisasi pencegahan radikalisasi kepada para kepala sekolah di wilayah Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Barat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026) di Pantai Sinalsal, Desa Tongging, Kabupaten Karo, dan diikuti oleh 91 kepala sekolah SMA, SMK dan SLB negeri maupun swasta di bawah naungan Cabdis Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara.
Dalam rapat koordinasi tahunan Cabdis Pendidikan Wilayah IV tersebut, Tim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri memberikan pemaparan terkait perkembangan situasi terkini, khususnya ancaman radikalisasi yang kini telah menyasar kalangan pelajar sebagai target rekrutmen.
Katim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Ipda Kunto Adi Wibowo, S.H., M.H., menjelaskan bahwa paham radikalisme-ekstremisme hingga radikalisme-terorisme mulai masuk ke dunia pelajar melalui berbagai platform, terutama media sosial dan game online.
“Doktrin radikal saat ini tidak lagi disampaikan secara konvensional, namun masuk secara halus melalui konten digital yang dekat dengan keseharian anak-anak. Hal ini menjadi tantangan serius yang harus diwaspadai bersama,” ujar Ipda Kunto.
Ia menegaskan, peran sekolah sangat strategis dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan.
Deteksi dini dinilai menjadi langkah penting guna mencegah pelajar terpapar ideologi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Cegah Densus 88 juga menyampaikan sejumlah strategi pencegahan, di antaranya.
Peningkatan wawasan kebangsaan, penanaman cinta tanah air, pemahaman nilai-nilai Pancasila, pembinaan karakter bangsa, penguatan sistem moralitas, pembelajaran toleransi serta penyusunan regulasi pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah.
Para peserta rapat menyambut positif kegiatan sosialisasi tersebut. Para kepala sekolah berharap Densus 88 AT Polri dapat terus mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk merumuskan regulasi pembatasan penggunaan gawai bagi pelajar di lingkungan sekolah.
Serta terus menyebarluaskan edukasi kepada masyarakat guna mencegah paparan radikalisme, ekstremisme dan terorisme.
Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan lingkungan pendidikan di Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Barat dapat menjadi benteng utama dalam menjaga generasi muda dari pengaruh paham radikal yang mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.
- Editor : N gulo
