Simalungun| Wartapoldasu.com – Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Mangkei PTPN IV Regional I yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, terus memperkuat komitmennya dalam mengoptimalkan kinerja produksi.
Langkah ini dilakukan guna memastikan pencapaian target rendemen minyak sawit mentah (CPO) dan kualitas inti sawit (kernel) secara maksimal pada tahun 2026.
Manajemen PKS Sei Mangkei menerapkan regulasi dan pengawasan yang semakin ketat dengan fokus pada efisiensi proses produksi serta konsistensi mutu hasil olahan. Optimalisasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir proses pengolahan.
Diki Prasetyo, mewakili Manajemen PKS Sei Mangkei, menegaskan bahwa target rendemen sebesar 20–24 persen hanya dapat dicapai melalui disiplin tinggi dalam penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di seluruh lini kerja.
“Pengendalian kualitas dimulai sejak awal, yakni dari penerimaan dan sortasi Tandan Buah Segar (TBS), baik yang berasal dari kebun sendiri maupun pasokan pihak ketiga dari masyarakat sekitar,” ujar Diki.
Ia menjelaskan, seluruh TBS yang masuk diolah dengan sistem First In First Out (FIFO) untuk mencegah peningkatan kadar Asam Lemak Bebas (ALB).
Selain itu, proses penimbangan dilakukan melalui jembatan timbang berbasis sistem komputerisasi yang mencatat data berat bruto, tara, dan netto secara akurat serta dikalibrasi secara berkala.
“Pada tahap pengolahan, kami memastikan efisiensi di seluruh stasiun produksi, mulai dari sterilizer (perebusan), digester, hingga screw press, guna meminimalkan kehilangan minyak (oil losses),” tambahnya.
Lebih lanjut, Diki menegaskan bahwa PKS Sei Mangkei juga terus memperkuat kemitraan dengan para pemasok TBS guna menjamin kualitas bahan baku yang diolah.
“Kami memastikan seluruh alur pengolahan TBS diawasi secara maksimal, mulai dari penerimaan, penimbangan, hingga pengendalian kualitas.
Ini merupakan komitmen kami dalam menjalankan proses sesuai prosedur untuk mendapatkan hasil terbaik,” tegasnya.
Upaya tersebut, lanjut Diki, telah membuahkan hasil positif. Pada tahun 2025, rendemen PKS Sei Mangkei tercatat berada dalam kategori hijau, dan capaian tersebut kembali dipertahankan hingga Januari 2026.
“Dengan optimalisasi pengolahan TBS dari kebun sendiri serta dukungan pasokan TBS masyarakat sebagai pihak ketiga, kami optimistis target rendemen 2026 dapat tercapai,” pungkasnya.
Dengan konsistensi penerapan SOP dan peningkatan produktivitas berkelanjutan, PKS Sei Mangkei optimistis mampu meningkatkan daya saing serta memperkuat posisinya di industri kelapa sawit nasional.(Mariono)
- Editor : N gulo
