Belawan| Wartaloldasu.com – Tiga asosiasi pengguna jasa kepelabuhanan, yakni Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), Angkutan Khusus Pelabuhan (ANGSUSPEL).
Serta Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI), menyampaikan apresiasi atas pencapaian kinerja Terminal yang tercatat bahwa waktu pelayanan baik Receiving maupun Delivery sudah semakin baik di awal tahun 2026.
Serta upaya PT Prima Multi Terminal (PMT) dalammeningkatkan penguatan aspek keselamatan kerja di terminal peti kemas Pelabuhan Belawan.Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan antara manajemen PMT dan perwakilan asosiasi pengguna jasa kepelabuhanan.
Ketiga asosiasi menilai langkah perbaikan layanan dan peningkatan keselamatan kerja yang dilakukan PMT merupakan respons positif terhadap kebutuhan pelaku usaha logistik.
Upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui penguatan prosedur operasional, pembangunan budaya keselamatan kerja, serta rencana penambahan peralatan untuk mendukung kinerja terminal.
PMT berencana menambah sejumlah alat utama operasional, seperti reach stacker dan side loader untuk mempercepat proses bongkar muat peti kemas dan peralatan penanganan peti kemas kosong guna meningkatkan efisiensi pergerakan kontainer di area terminal.
Langkah tersebut diharapkan dapat menekan waktu tunggu, meningkatkan produktivitas, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman di kawasan pelabuhan.
Ketua ALFI/ILFA H. Surianto yang juga merupakan politisi dari Partai Gerindra mengatakan, di lapangan masih adanya kendala operasional dalam kondisi tertentu, misalnya ketika sebagian peralatan menjalani perawatan rutin atau mengalami gangguan teknisringan.
Meski demikian,ia menilai PMT telah melakukan langkah antisipasi yang cukup baik.“Pada situasi tertentu memang ada peralatan yang tidak beroperasi karena pemeliharaan atau kendala teknis.
Namun kami melihat pengelola terminal berupaya mengatasinya dengan menyiapkan peralatan cadangan sehingga pelayanan tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas layanan juga perlu diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia, khususnya dalam merespons kebutuhan pengguna jasa.
Kami berharap petugas di lapangan tidak hanya berfokus pada proses operasional, tetapi juga lebih tanggap terhadap keluhan pengguna jasa. Respons cepat dan komunikasi yang baik penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan,” kata Surianto.
Ketua ANGSUSPEL Ery Salim menilai perbaikan layanan dan penguatan keselamatan kerja yang dilakukan PMT berperan penting dalam menjaga kelancaran arus transportasi di kawasan pelabuhan.“Keandalan layanan terminal sangat memengaruhi kelancaran angkutan.
Upaya PMT meningkatkan efisiensi serta menyiapkan peralatan pendukung patut diapresiasi karena memberi kepastian layanan bagi pelaku usaha transportasi,” ujar Ery.
Senada, Ketua ASDEKI Sumatera Utara Surya Darma menilai peningkatan keandalan operasional dan kesiapan peralatan menjadi faktor penting dalam mendukung kegiatan depo kontainer.
“Langkah PMT memperkuat keselamatan kerja dan menambah peralatan operasional sudah tepat. Kami berharap perbaikan ini berkelanjutan agar koordinasi antara terminal dan depo kontainer semakin efektif,” katanya.
Direktur Utama PT Prima Multi Terminal Rudi Susanto menyambut baik berbagai masukan dari asosiasi.
Menurut dia, forum komunikasi antara operator pelabuhan dan pengguna jasa penting untuk meningkatkan kualitas layanan.
Pertemuan seperti ini sangat diperlukan agar setiap masukan dapat segera ditindaklanjuti demi optimalisasi pelayanan di terminal,” ujar Rudi.
Dengan dukungan dan masukan dari asosiasi pengguna jasa, PMT diharapkan terus melakukan perbaikan berkelanjutan.
Baik dari sisi peralatan, keselamatan kerja, maupun mutu layanan, sehingga kinerja Pelabuhan Belawan semakin efisien, andal, dan kompetitif di tingkat nasional. (usman)
- Editor : N gulo
