Medan| Wartapoldasu.com – Sudah dua minggu terakhir, alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, Kecamatan Medan Marelan, tidak beroperasi sebagaimana mestinya. Akibatnya, tumpukan sampah terlihat berserakan dan tidak tertata rapi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media pada Senin (16/2), terhentinya aktivitas alat berat tersebut diduga karena tidak adanya jatah Bahan Bakar Minyak (BBM) dari UPT Dinas Kebersihan Kota Medan.
Kondisi ini menyebabkan sampah yang dibawa truk pengangkut milik Pemko Medan tidak dapat langsung diratakan maupun ditata di lokasi TPA. Dampaknya, area pembuangan terlihat semrawut dan berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan.
Padahal, sebelumnya Wakil Wali Kota Medan telah meninjau langsung lokasi TPA Terjun dan memberikan arahan agar pengelolaan sampah dilakukan secara berkala serta optimal. Namun, realita di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.
Situasi tersebut menimbulkan tanda tanya dan sorotan dari masyarakat terkait keseriusan penanganan sampah di TPA Terjun.
Warga pun meminta Wali Kota Medan, Rico Waas, segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan distribusi BBM yang disebut-sebut sudah dua minggu tidak diterima operator alat berat.
Di tengah kondisi tersebut, Ketua Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL), Dharma P. Tarigan, bersama sejumlah sopir truk sampah, menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan BBM agar alat berat dapat kembali beroperasi.
“Kami berharap penyaluran BBM untuk alat berat di TPA Terjun menjadi perhatian serius. Sampah yang setiap hari masuk harus segera ditata dengan baik.
Hal ini juga sudah ditegaskan Wakil Wali Kota Medan saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Ketua MPL juga mendesak Pemko Medan agar segera membuat regulasi yang jelas terkait ketersediaan dan penyaluran BBM untuk operasional alat berat di TPA, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang. (Tim)
- Editor: N. Gulo
