Batubara| Wartapoldasu.com – Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., memimpin langsung Pelaksanaan Tradisi Kenduri Mogang dan Mandi Balimau Kabupaten Batu Bara Tahun 2026 yang digelar di Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (16/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penutupan Pesta Tapai sekaligus menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
Tradisi yang sarat nilai budaya dan religi tersebut diawali dengan penyembelihan lima ekor sapi.
Satu ekor sapi diperuntukkan bagi makan bersama dalam Kenduri Mogang, sedangkan empat ekor lainnya dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Batu Bara sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan menjelang Ramadan.
Dalam sambutannya, Bupati Batu Bara menegaskan pentingnya menjaga dan mempublikasikan tradisi Kenduri Mogang dan Mandi Balimau sebagai bagian dari warisan budaya tak benda daerah.
“Kenduri Mogang dan Mandi Balimau ini harus dipublikasikan sebagai bagian dari budaya nonfisik yang kita miliki. Kita ingin menunjukkan kepada khalayak luas bahwa di Batu Bara terdapat banyak tradisi yang perlu dilestarikan,” ujar Bupati Baharuddin.
Dirinya juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam melestarikan nilai-nilai budaya Melayu. Ia mengutip semangat “Takkan Melayu Hilang di Bumi” sebagai penguat tekad menjaga identitas daerah.
Menurutnya, pelestarian budaya juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar setiap daerah menjaga dan merawat situs-situs bersejarah yang dimiliki.
Salah satu situs bersejarah yang menjadi kebanggaan Kabupaten Batu Bara adalah Istana Niat Lima Laras.
Bupati Baharuddin menyampaikan bahwa di Sumatera Utara saat ini hanya tersisa dua istana bersejarah, yakni Istana Maimun dan Istana Niat Lima Laras di Kabupaten Batu Bara.
Hal ini menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga kelestariannya.
Kegiatan juga diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Tuan Guru Batak Syekh Dr. H. Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk, M.A., yang mengajak masyarakat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.
Prosesi Mandi Balimau turut diikuti oleh Bupati Baharuddin dan Ny. Henny Heridawaty Baharuddin, Wakil Bupati Syafrizal dan Ny. Leli Syafrizal, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan organisasi kemasyarakatan sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan suci.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Batu Bara, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Batu Bara, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Pematangsiantar.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Ir. Yahdi Khoir, unsur Forkopimda Kabupaten Batu Bara, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Batu Bara Nurhaji, serta para organisasi kemasyarakatan se-Kabupaten Batu Bara.
Melalui pelaksanaan tradisi Kenduri Mogang dan Mandi Balimau ini, Bupati Batu Bara berharap semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta pelestarian budaya daerah terus terjaga demi mewujudkan Batu Bara yang religius, berbudaya, dan bahagia. (Zul)
- Editor : N gulo
