Aceh Tamiang| Wartapoldasu.com – Kisah dramatis di balik lumpuhnya Kabupaten Aceh Tamiang akibat bencana banjir besar terungkap saat Bupati Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, menyambut kunjungan solidaritas Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, di Aula Setdakab, Rabu (11/2/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan simbol sinergi antarkota dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang kian ekstrem.
Bupati Armia membagikan momen krusial saat pusat pemerintahan Aceh Tamiang benar-benar terisolasi. Di tengah rapat penetapan tanggap darurat, seluruh pimpinan daerah justru terjebak dalam kepungan air tanpa sinyal komunikasi.
“Kami kehilangan akses jaringan. Saya, Wakil Bupati, dan jajaran SKPK terpisah dari keluarga. Satu-satunya penyambung lidah kami ke Pemerintah Provinsi hanya melalui frekuensi radio Orari,” kenang Armia.
Kondisi tersebut berdampak fatal pada sektor ekonomi dan operasional pemerintahan. Namun, Armia menegaskan bahwa saat ini fokus telah bergeser ke fase pemulihan fisik.
Aceh Tamiang kini memasuki tahap krusial, yaitu penyediaan hunian tetap dan sementara bagi para pengungsi. Mengingat wilayahnya memiliki risiko bencana kategori sedang hingga tinggi, langkah preventif radikal mulai diambil:
• Normalisasi Muara: Pengerukan sedimen di muara sungai dilakukan secara masif untuk mengatasi pendangkalan.
• Rekayasa Drainase: Dinas PUPR melakukan perbaikan elevasi saluran air agar aliran menuju Sungai Tamiang lebih lancar dan tidak menggenangi pemukiman.
Bekasi Kirim Bantuan dan Teknologi Pengolahan Sampah Walikota Bekasi, Tri Adhianto, yang juga pernah menghadapi tantangan serupa di wilayahnya pada 2025, membawa dukungan nyata.
Selain menerjunkan 21 personel BPBD dan relawan selama dua minggu penuh, Pemko Bekasi juga menghibahkan pembangunan Gedung Serbaguna untuk masyarakat Tamiang.
“Kami merasakan betul apa yang dirasakan warga di sini. Masalah banjir di kota besar maupun daerah hampir serupa secara makro. Kami hadir untuk berbagi beban,” ujar Tri.
Selain bantuan fisik, Bekasi menawarkan solusi manajemen sampah berbasis ekonomi yang telah sukses mereka terapkan untuk mengurangi risiko sumbatan pada drainase kota.
Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen jangka panjang antara kedua pemerintah daerah untuk saling mendukung dalam mitigasi bencana. Kehadiran para pejabat eselon II serta Ketua TP-PKK dari kedua wilayah mempertegas bahwa pemulihan pasca-banjir memerlukan keterlibatan seluruh lini masyarakat.(Chan)
- Editor : N gulo
