Balige|Wartapoldasu.com – Momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 dimanfaatkan sebagai langkah deteksi dini dan penguatan integritas di lingkungan pemasyarakatan.
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba melalui pelaksanaan tes urine bagi pegawai dan warga binaan.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 tahun 2026.
Sebanyak 70 orang yang terdiri dari 40 pegawai dan 30 warga binaan mengikuti tes urine yang digelar di Aula Rutan Balige pada Senin (6/4) mulai pukul 10.45 WIB hingga 12.00 WIB.
Peserta warga binaan dipilih secara acak dari blok hunian sebagai bagian dari mekanisme pengawasan internal.
Pelaksanaan tes urine ini merupakan langkah preventif untuk mendeteksi secara dini potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan rutan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalitas serta integritas seluruh jajaran pemasyarakatan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh peserta, baik pegawai maupun warga binaan, dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba.
Hasil ini menjadi indikator bahwa pengawasan internal yang dilakukan selama ini berjalan efektif.
Pihak Rutan Balige menilai bahwa kegiatan semacam ini tidak hanyabersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat sistem pengamanan dan pembinaan di dalam rutan.
Dengan memastikan seluruh penghuni dan petugas bebas dari narkoba, diharapkan tercipta lingkungan yang kondusif, aman, dan mendukung proses pembinaan.
Momentum peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 juga dimanfaatkan sebagai refleksi terhadap komitmen institusi dalam mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Upaya pencegahan seperti tes urine dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan.
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan program nasional pemberantasan narkoba yang terus digencarkan oleh pemerintah, termasuk melalui sinergi dengan Badan Narkotika Nasional dalam menciptakan lingkungan bebas narkotika, khususnya di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.
Dengan hasil yang seluruhnya negatif, Rutan Balige menegaskan bahwa komitmen menuju “zero narkoba” bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata yang dilakukan secara berkelanjutan melalui pengawasan, pembinaan, dan penegakan disiplin internal.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan konsistensi dalam menjaga integritas dan kualitas pelayanan pemasyarakatan. (Tim)
- Editor : N gulo
