Medan| Wartapoldasu.com – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat implementasi program employee well-being sebagai upaya menjaga keseimbangan kesehatan fisik, mental, finansial, dan sosial para pekerja.
Langkah ini dinilai penting di tengah dinamika sektor logistik yang semakin kompleks.
Produktivitas kerja saat ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental, ketahanan individu, serta kemampuan untuk tetap adaptif dan tidak rapuh (anti-fragile) dalam menghadapi perubahan.
Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, menyampaikan bahwa pelabuhan memiliki peran strategis sebagai mata rantai logistik, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Kelancaran arus barang di pelabuhan merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam ekosistem tersebut.
“Kita patut bersyukur dapat menjadi bagian dari sektor logistik yang memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas distribusi barang.
Namun, kita juga harus menyadari bahwa dunia saat ini terus berubah secara dinamis dengan berbagai tantangan dan tekanan,” ujarnya.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sharing Session BREATH (Balancing, Resilience, Energy, and Health) edisi April series ke-31 bertema “Resilience & Mindfulness: Stronger, Together, One Pelindo” yang digelar di Grha Pelindo Medan dan diikuti secara virtual oleh seluruh insan perusahaan.
Edi menegaskan bahwa resiliensi bukan sekadar kemampuan untuk bertahan, tetapi juga kemampuan untuk bangkit dari setiap kesulitan serta menjadi lebih kuat di tengah tekanan.
“Melalui resiliensi, pengendalian diri, dan fokus dalam bekerja, kita mampu menghadapi berbagai tantangan serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat,” tambahnya.
Dalam sesi tersebut, Coach Trie Setiatmoko atau yang akrab disapa Tiko, Professional Coach dari ESQ Coaching Academy, memaparkan pentingnya ketahanan diri, kesadaran penuh (mindfulness), serta keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental dalam mendukung kinerja optimal.
Ia menjelaskan bahwa kondisi mental yang baik memiliki pengaruh langsung terhadap produktivitas. Berdasarkan riset University of Oxford (2019), karyawan yang bahagia terbukti 13% lebih produktif.
Sementara itu, Global Human Capital Trends (2020) menunjukkan bahwa kualitas hidup yang baik meningkatkan loyalitas serta kualitas pelayanan.
“Seringkali energi negatif muncul karena kita terjebak pada masa lalu atau terlalu khawatir dengan masa depan. Padahal yang terpenting adalah hadir sepenuhnya di saat ini, atau yang dikenal sebagai mindfulness,” jelasnya.
Tiko juga memperkenalkan konsep event + response = outcome serta metode 3R, yaitu Relax, Release, dan Refocus, sebagai cara mengelola pikiran agar lebih fokus dan menghasilkan hasil yang positif.
Sebagai penutup, peserta diajak mempraktikkan langsung metode 3R melalui sesi relaksasi terpandu, yang meliputi menenangkan diri, melepaskan beban pikiran, serta mengarahkan kembali fokus dan energi positif.
Kegiatan ini turut dilengkapi dengan pemberian afirmasi positif guna memperkuat mental dan membangun kesadaran diri, sehingga nilai-nilai resiliensi dan mindfulness dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan kerja maupun sehari-hari.
Melalui program ini, Pelindo Multi Terminal berharap seluruh insan perusahaan semakin tangguh, mampu mengelola emosi dengan baik, serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan penuh energi positif yang berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, perusahaan juga menyerahkan penghargaan kepada sembilan purnabakti dari berbagai unit kerja sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi selama masa kerja.
Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan atas pengabdian para insan perusahaan yang telah memasuki masa purna tugas. (usman)
- Editor: N. Gulo
