Medan| Wartapoldasu.com – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewa Kwan Phing yang digelar di Cetiya Setia Sejati, Jalan Bundar No. 3A, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (27/6/2026) sore.
Acara tersebut dihadiri Ketua Tridharma Komda Sumatera Utara, Budi Malem, S.Mt, bersama Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Agama Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama RI Provinsi Sumatera Utara, Sukasdi, S.E., M.A., beserta jajaran PTITD.SI 67, Martrisia, tokoh agama, pengurus cetiya, dan insan pers.
Kehadiran para tamu disambut hangat oleh Ketua Pengurus TITD Cetiya Setia Sejati, Suwardi Tani, beserta seluruh jajaran pengurus.
Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua Tridharma Komda Sumut, Pembimas Agama Buddha, serta seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri perayaan tersebut.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami atas kehadiran para tokoh agama, pengurus Tridharma, Martrisia, serta seluruh tamu undangan dalam perayaan HUT Dewa Kwan Phing tahun ini,” ujar Suwardi.
Dalam kesempatan itu, Suwardi menjelaskan bahwa Dewa Kwan Phing atau Guan Ping dikenal sebagai putra angkat sekaligus jenderal kepercayaan Dewa Kwan Kong (Guan Yu).
Sosoknya melambangkan ketulusan, kesetiaan, keberanian, serta pengabdian yang tinggi.
Menurut kisah klasik Sam Kok (Tiga Negara), Guan Ping diangkat menjadi anak oleh Kwan Kong pada usia 17 tahun dan setia mendampingi sang ayah dalam berbagai peperangan pada masa Kerajaan Shu Han.
Ia gugur bersama Kwan Kong pada tahun 219 Masehi dan hingga kini dihormati sebagai teladan spiritual yang mengajarkan nilai-nilai kesetiaan, welas asih, pengabdian, serta toleransi.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme umat yang datang untuk berdoa, bersembahyang, dan mempersembahkan penghormatan kepada Dewa Kwan Phing dengan harapan memperoleh keselamatan, kesehatan, keberkahan, serta kelancaran rezeki.
Pembimas Agama Buddha Kanwil Kementerian Agama RI Provinsi Sumatera Utara, Sukasdi, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan oleh Cetiya Setia Sejati di bawah naungan PTITD.SI 67 dan Martrisia.
“Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang mampu memperkuat kerukunan umat. Harapannya, Cetiya Setia Sejati semakin berkembang dan terus meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat tanpa membedakan suku, ras, maupun agama,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem, menegaskan bahwa PTITD.SI 67 dan Martrisia merupakan wadah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, harmonisasi, dan kerukunan antarumat beragama.
“Sebagai bagian dari keluarga besar Tridharma dan Martrisia, kita memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta hidup berdampingan secara damai tanpa memandang perbedaan suku, ras, maupun agama,” ujar Budi Malem.
Di akhir kegiatan, seluruh pengurus Cetiya Setia Sejati bersama jajaran PTITD.SI 67, Martrisia, Pembimas Agama Buddha, dan para tamu undangan mengabadikan momen kebersamaan melalui sesi foto bersama sebagai simbol persaudaraan dan komitmen menjaga kerukunan umat beragama.
Perayaan HUT Dewa Kwan Phing tahun 2026 diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi antarumat serta menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat. (Red)
- Editor : N gulo
