Padang Lawas| Wartapoldasu.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Mandailing Natal (Madina) Kelompok 50 menggelar program Mengaji Magrib bagi anak-anak di Desa Hadungdung Aek Rampah, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas, pada Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan KKN yang bertujuan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sejak usia dini, sekaligus membiasakan mereka memanfaatkan waktu setelah salat Magrib dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Suasana pembelajaran berlangsung penuh semangat dan antusias. Anak-anak mengikuti kegiatan membaca Al-Qur’an, menghafal surat-surat pendek, serta mempelajari dasar-dasar ilmu tajwid.
Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan motivasi tentang pentingnya memiliki akhlak mulia, disiplin beribadah, serta semangat menuntut ilmu sebagai bekal masa depan.
Humas KKN Kelompok 50, Iksan, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat berbagi ilmu bersama anak-anak di desa tersebut.
“Saya sangat senang dapat belajar dan berbagi bersama anak-anak di Desa Hadungdung Aek Rampah.
Semangat mereka dalam belajar mengaji menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pendampingan dan edukasi. Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kebiasaan positif serta meningkatkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.
Tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya menjaga adab, menghormati orang tua dan guru, serta membangun karakter religius dan bertanggung jawab.
Dengan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, anak-anak terlihat lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar.
Melalui program Mengaji Magrib ini, KKN STAIN Madina Kelompok 50 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan warga Desa Hadungdung Aek Rampah.
Program tersebut diharapkan dapat terus berlanjut meski masa pengabdian KKN telah berakhir, sehingga kebiasaan mengaji setelah salat Magrib menjadi budaya positif dalam membentuk generasi Qurani yang cerdas, beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. (Adam Ali)
- Editor : N gulo
