Tobing Julu| WartaPoldasu.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 28 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal menggelar pelatihan Tajhizul Mayit bagi Naposo Nauli Bulung (NNB) Desa Tobing Julu, Sabtu (12/7/2026) pukul 20.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan yang bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan generasi muda dalam penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam.
Pelatihan tersebut mendapat sambutan antusias dari para anggota NNB Desa Tobing Julu.
Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan yang bersifat praktis masih sangat dibutuhkan sebagai bekal bagi generasi muda dalam menjalankan kewajiban sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan materi secara teori, tetapi juga mempraktikkan langsung tata cara penyelenggaraan jenazah.
Materi meliputi hukum Tajhizul Mayit, tata cara memandikan jenazah, mengafani, menyalatkan, hingga proses pemakaman sesuai tuntunan syariat Islam.
Dengan menggunakan alat peraga, peserta dapat mengikuti setiap tahapan secara sistematis sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan saat diperlukan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semakin berkurangnya generasi muda yang memiliki kemampuan dalam penyelenggaraan jenazah. Selama ini, pengetahuan tersebut masih didominasi oleh tokoh agama maupun masyarakat yang telah lanjut usia.
Oleh karena itu, regenerasi menjadi hal penting agar pelaksanaan fardu kifayah tetap terjaga di masa mendatang.
Ketua KKN Kelompok 28 STAIN Mandailing Natal mengatakan, pelatihan Tajhizul Mayit merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap generasi muda memiliki keberanian, pemahaman, dan keterampilan dalam melaksanakan penyelenggaraan jenazah sebagai salah satu kewajiban kolektif umat Islam, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat ketika dibutuhkan,” ujarnya.
Selain memperkuat kompetensi keagamaan, kegiatan ini juga menanamkan nilai kepedulian sosial, religiusitas, serta semangat gotong royong kepada para pemuda agar siap berkontribusi dalam setiap kebutuhan masyarakat.
Dari perspektif pembangunan masyarakat, pelatihan ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pembinaan keagamaan yang edukatif dan partisipatif diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara teoritis, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota Mahasiswa KKN Kelompok 28 STAIN Mandailing Natal, yaitu Muhammad Sobri, Habib Azizi, Muhammad Erwin Nasution, Khoirun Nisa Harahap, Nur Salsabila, Nur Aslina, Asiyah Syahrani, Nurul Syakilah, Fitri Agustina, dan Ayu Nurani.
Kehadiran seluruh anggota menjadi bukti komitmen bersama dalam menjalankan program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan dan pembinaan keagamaan.
Melalui pelatihan ini, Mahasiswa KKN Kelompok 28 STAIN Mandailing Natal berharap lahir generasi muda Desa Tobing Julu yang memiliki kompetensi keagamaan, kepedulian sosial, serta kesiapan menjalankan kewajiban fardu kifayah.
Sinergi antara mahasiswa dan Naposo Nauli Bulung (NNB) diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program pembinaan yang berkesinambungan demi memperkuat nilai-nilai keislaman dan ketahanan sosial masyarakat. (Dam)
- Editor : N gulo
