Panyabungan, Mandailing Natal| Wartapoldasu.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Mandailing Natal menggelar Seminar Bela Negara sebagai upaya menguatkan semangat kebangsaan dan karakter generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung di STAIN Mandailing Natal, Senin (5/10/2026), tersebut mempertemukan unsur mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam satu ruang kolaborasi.
Seminar mengusung tema “Meneguhkan Jiwa Bela Negara dan Semangat Kebangsaan dalam Membangun Karakter Mahasiswa yang Berintegritas, Tangguh, dan Berkontribusi bagi Kemajuan Indonesia.
Kegiatan diikuti mahasiswa dan civitas akademika STAIN Mandailing Natal. Rangkaian acara diawali dengan persembahan tari, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Panitia, Ketua DEMA STAIN Madina, serta Ketua STAIN Mandailing Natal.
Ketua Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, Seminar Bela Negara bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai kebangsaan, kepemimpinan, tanggung jawab sosial, serta kontribusi generasi muda terhadap bangsa dan daerah.
Ketua DEMA STAIN Madina, Adam Ali, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Menurutnya, semangat bela negara harus diterjemahkan melalui tindakan nyata. Bela negara tidak hanya berkaitan dengan pertahanan secara fisik, tetapi juga bagaimana mahasiswa menjaga persatuan, meningkatkan kapasitas diri, meraih prestasi, menjunjung tinggi integritas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bela negara bukan hanya tentang bagaimana kita menjaga negara dari ancaman, tetapi bagaimana kita menjaga persatuan, menjunjung nilai-nilai kebangsaan, meningkatkan kapasitas diri, dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Adam Ali.
Ia menambahkan, DEMA STAIN Madina berkomitmen membangun ruang kolaborasi dengan berbagai unsur, baik pemerintah daerah, TNI, Polri, maupun elemen masyarakat.
“Mahasiswa harus berani bergerak, mampu membangun sinergi, dan menghadirkan dampak. Kita tidak ingin mahasiswa hanya berbicara tentang perubahan, tetapi harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” ujarnya.
Ketua STAIN Mandailing Natal mengapresiasi langkah DEMA STAIN Madina yang menghadirkan pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam kegiatan kemahasiswaan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor penting dalam membentuk mahasiswa yang memiliki wawasan kebangsaan, kedisiplinan, integritas, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sosial.
Sinergi antara perguruan tinggi dan berbagai institusi, lanjutnya, perlu terus diperkuat agar mahasiswa memperoleh ruang pembelajaran yang lebih luas.
Kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan.
Seminar Bela Negara kemudian dibuka secara resmi oleh Bupati Mandailing Natal. Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi inisiatif DEMA STAIN Madina yang menggelar kegiatan bertema kebangsaan dengan melibatkan unsur pemerintah, TNI, dan Polri.
Bupati menekankan bahwa mahasiswa merupakan bagian penting dari masa depan daerah dan bangsa.
Karena itu, mahasiswa dituntut memiliki karakter kuat, integritas, semangat kebangsaan, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Mahasiswa juga didorong tidak hanya berkutat pada ruang akademik, tetapi mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui gagasan, inovasi, pengabdian, dan kontribusi nyata.
Setelah dibuka secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari Polres Mandailing Natal dan Koramil 13 Panyabungan.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan penguatan mengenai wawasan kebangsaan, persatuan dan kesatuan, kedisiplinan, keamanan dan ketertiban, serta pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kehadiran TNI dan Polri sekaligus memperkuat pesan bahwa menjaga bangsa merupakan tanggung jawab bersama.
Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, tertib, dan produktif.
Kolaborasi tersebut juga menunjukkan bahwa pembangunan karakter mahasiswa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Kampus memberikan ruang pendidikan, pemerintah memberikan arah pembangunan, sementara TNI dan Polri memberikan penguatan wawasan kebangsaan serta kesadaran keamanan dan ketertiban.
Usai seluruh rangkaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada pemateri dari Polres Mandailing Natal dan Koramil 13 Panyabungan.
Sertifikat diserahkan langsung oleh Bupati Mandailing Natal bersama Ketua STAIN Mandailing Natal sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan partisipasi dalam menyukseskan Seminar Bela Negara.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama yang melibatkan Bupati Mandailing Natal, Ketua STAIN Madina, Ketua DEMA STAIN Madina, panitia, pemateri dari unsur TNI dan Polri, serta peserta seminar.
Seminar Bela Negara tersebut menjadi salah satu langkah DEMA STAIN Madina dalam membangun budaya organisasi mahasiswa yang tidak hanya aktif di lingkungan kampus, tetapi juga mampu membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Melalui kegiatan tersebut, DEMA STAIN Madina menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus dibangun melalui sinergi, gagasan, dan tindakan nyata.
Mahasiswa diharapkan menjadi generasi yang berani berpikir, bergerak, dan mengambil peran.
Sebab, masa depan bangsa tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, keberanian, kepedulian, dan semangat pengabdian.
Dari STAIN Mandailing Natal, semangat itu terus digaungkan: bergerak bersama, bersinergi dengan semua pihak, dan menghadirkan dampak nyata bagi kampus, Mandailing Natal, dan Indonesia. (Am Nas)
- Editor : N gulo
