Tebing Tinggi| WartaPoldasu.com – Kepedulian terhadap persoalan penanganan sampah mendorong Kepala Bidang (Kabid) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Syahputra, ST, menghadirkan sebuah inovasi berupa Unit Transfortir Sampah (UTS).
Alat ini dirancang untuk membantu mempercepat proses pemindahan sampah dari tempat penampungan sementara (TPS) ke truk pengangkut sampah.
Inovasi tersebut berawal dari keprihatinan Syahputra terhadap kendala operasional pengangkutan sampah. Ketika kendaraan pengangkut mengalami kerusakan, sampah dapat menumpuk selama berhari-hari karena tidak terangkut sebagaimana mestinya.
Kondisi tersebut mendorong Syahputra bersama rekan-rekan kantor dan petugas lapangan melakukan gotong royong untuk menangani tumpukan sampah.
Dari pengalaman itu, muncul gagasan untuk menghadirkan teknologi sederhana yang dapat membuat proses pengangkutan sampah lebih efektif dan efisien.
“Melihat timbunan sampah yang begitu banyak di sejumlah TPS, perlu dilakukan penanganan yang lebih efektif dengan memanfaatkan teknologi.
Tujuannya agar pekerjaan lebih efisien, tepat sasaran, serta dapat menghemat tenaga, waktu, dan biaya,” ujar Syahputra, ST, kepada WartaPoldasu, Jumat (9/10/2026), di ruang kerjanya.
Menurutnya, selama ini petugas lapangan masih menggunakan peralatan konvensional dalam memindahkan sampah.
Prosesnya dimulai dengan mengerok sampah menggunakan alat cakar, kemudian memasukkannya ke dalam keranjang bambu untuk selanjutnya diangkat ke truk pengangkut. Proses tersebut dilakukan berulang kali hingga seluruh sampah selesai dipindahkan.
Dengan adanya Unit Transfortir Sampah (UTS), proses pemindahan sampah dari TPS ke truk diharapkan menjadi lebih praktis sehingga dapat memangkas waktu dan tenaga yang dibutuhkan petugas.
“Dengan adanya alat ini, pekerjaan diharapkan menjadi lebih efisien. Sampah dari TPS dapat dipindahkan ke truk pengangkut melalui unit transfortir sampah tersebut,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan awak media, alat tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung kegiatan pengangkutan sampah di lapangan. Inovasi ini juga diharapkan dapat terus dikembangkan agar penggunaannya semakin optimal dalam membantu petugas kebersihan.
Syahputra menjelaskan, rancangan alat tersebut bersumber dari dana swadaya. Ia berharap inovasi ini tidak berhenti pada tahap awal, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menunjang kegiatan gotong royong maupun penanganan sampah secara rutin di Kota Tebing Tinggi.
“Kami berharap inovasi ini tidak cukup sampai di sini. Ke depannya, perlu ada pengembangan lebih lanjut agar alat ini semakin bermanfaat dalam kegiatan gotong royong dan penanganan sampah rutin di kota yang kita cintai ini,” pungkasnya.
Inovasi UTS tersebut menjadi salah satu upaya untuk mencari solusi praktis terhadap kendala pengangkutan sampah.
Pengembangan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas kerja petugas kebersihan serta mendukung kebersihan lingkungan di Kota Tebing Tinggi. (YF)
- Editor : N gulo
