Medan| WartaPoldasu.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewa Xuan Tian Shang Di berlangsung meriah di Cetiya Tridharma Mahanta, Jalan Sumarsono II No. 42, Medan Helvetia, Sumatera Utara. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh keagamaan di Sumatera Utara.
Para tokoh yang hadir di antaranya Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Sukasdi, S.E., M.A.; Ketua Permabudhi Sumatera Utara, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Sumatera Utara; Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem, S.MT.; serta Bendahara Tridharma Komda Sumut, Setiawati Isah.
Kehadiran para tokoh tersebut disambut hangat oleh pengurus Cetiya Tridharma Mahanta. Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum penghormatan kepada Dewa Xuan Tian Shang Di, tetapi juga mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan umat beragama.
Perwakilan pengurus Cetiya Tridharma Mahanta, Andi, menyampaikan terima kasih atas kunjungan para tokoh keagamaan tersebut.
Menurutnya, kehadiran para pemimpin dan tokoh keagamaan Sumatera Utara merupakan suatu kehormatan bagi pengurus cetiya sekaligus menjadi dukungan moral dalam mendorong perkembangan dan kemajuan tempat ibadah tersebut.
“Terima kasih atas kunjungan Bapak-Bapak ke Cetiya Tridharma. Kehadiran para tokoh keagamaan di Sumatera Utara merupakan penghargaan bagi kami selaku pengurus Cetiya Tridharma, sekaligus menjadi motivasi bagi perkembangan dan kemajuan cetiya ini,” ujar Andi.
Dalam kesempatan itu, Ketua Permabudhi Sumut, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT Dewa Xuan Tian Shang Di.
Ia berharap momentum perayaan tersebut membawa berkah, kesehatan, dan rezeki yang melimpah bagi umat, sekaligus meningkatkan semangat dalam menjalankan ibadah.
“Selamat Hari Ulang Tahun Dewa Xuan Tian Shang Di. Semoga ke depannya kita senantiasa diberkati, diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah, terutama bagi umatnya agar semakin semangat melaksanakan sembahyang,” kata Wong Chun Sen.
Sementara itu, Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Sukasdi, S.E., M.A., mengingatkan seluruh pengurus tempat ibadah agar memperhatikan dan melengkapi dokumen legalitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Sukasdi, kelengkapan legalitas merupakan aspek penting dalam mendukung keberadaan dan pengelolaan tempat ibadah.
Ia berharap seluruh pengurus tempat ibadah dapat memastikan dokumen administrasi yang diperlukan terpenuhi sehingga kegiatan keagamaan dapat berjalan dengan baik sesuai ketentuan.
Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem, menegaskan bahwa Tridharma tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai pembelajaran, toleransi, dan harmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tridharma adalah tempat belajar, toleransi, dan harmonisasi. Selain itu, kita juga harus menjaga kerukunan dan kedamaian serta merawat etika, sila, dan budaya,” ungkap Budi Malem.
Ia berharap nilai-nilai tersebut terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam penjelasannya, Andi menyebutkan bahwa Dewa Xuan Tian Shang Di dikenal pula dengan nama Hian Thian Siang Tee atau Siong Te Kong dalam tradisi penyebutan Tionghoa.
Xuan Tian Shang Di dikenal dalam kepercayaan tradisional Tionghoa sebagai sosok dewa yang berkaitan dengan langit utara dan memiliki tempat penting dalam tradisi pemujaan masyarakat Tionghoa.
Dalam penggambaran tradisional, sosoknya ditampilkan dengan wajah gagah dan rambut terurai, berdiri tanpa alas kaki di atas kura-kura dan ular, serta memegang pedang yang melambangkan kekuatan untuk menaklukkan kejahatan.
Andi juga menjelaskan bahwa Xuan Tian Shang Di kerap digambarkan mengenakan jubah kekaisaran berwarna keemasan. Pemujaannya dikenal luas di berbagai wilayah Tiongkok, baik bagian utara maupun selatan.
Perayaan HUT Dewa Xuan Tian Shang Di di Cetiya Tridharma Mahanta menjadi momentum bagi umat untuk memperkuat penghayatan keagamaan sekaligus memelihara semangat persaudaraan, toleransi, dan keharmonisan di tengah masyarakat.
- Editor : N gulo
