Berusia 69 Tahun dan Pakai Kaki Palsu, Kakek Ini Sukses Capai Puncak Everest

333

Warta Poldasu.com – BEIJING,Pria China berusia 69 tahun yang kedua kakinya diamputasi sukses mencapai puncak gunung tertinggi di dunia.

Xia Boyu berhasil mencapai puncak Gunung Everest pada Senin (14/5/2018). Itu adalah kali kelima Xia berusaha mencapai puncak tertinggi di dunia tersebut.

Dalam empat pendakian sebelumnya, Xia selalu gagal mencapai puncak. Bahkan pada 1975 lalu, dia sempat mendapat cedera serius.

Ketika itu, Xia dan tim ekspedisinya harus kembali turun setelah berada 200 meter di bawah puncak karena terjebak badai.

Rekan Tibet yang mendampinginya saat itu kehilangan kantong tidurnya dan Xia, yang percaya diri akan kemampuannya menahan dingin meminjamkan miliknya.

Akibatnya, saat bangun di pagi hari, kedua kaki Xia terkena radang dingin. Dia pun harus dinaikkan ke atas yak untuk menuruni gunung.

Setelahnya, kedua kaki Xia harus diamputasi hingga di bawah lutut,Setelah lebih dari 40 tahun berlalu, dan beberapa kali melakukan percobaan pendakian menuju puncak, Xia akhirnya berhasil.

Keberhasilan Xia mencapai titik 8.848 meter di atas permukaan laut itu disiarkannya melalui akun media sosial Weibo.

“Tidaklah mudah bagi saya mencapai puncak Gunung Everest yang sangat saya impikan. Saya telah mempersiapkan hal ini selama 43 tahun,” ujarnya dikutip People’s Daily.

Xia tidak pernah menyerah dalam mewujudkan mimpinya berdiri di puncak Everest.

Meski telah kehilangan kedua kakinya, Xia yang menggunakan kaki palsu terus berlatih hingga bisa kembali berjalan bahkan mendaki.

“Saya tahu akan bisa mengatasi kesulitan ini dan mencapai tujuan saya. Saya tidak pernah menyerah,” kata Xia.

Xia pun mencoba kembali mendaki Gunung Everest pada 2014, namun upayanya terhambat salju longsor. Setahun kemudian, Nepal diguncang gempa berkekuatan 8,1.

Pada 2016, Xia kembali mencoba mendaki Everest dan kali ini dia bersama timnya berhasil mencapai jarak 94 meter di bawah puncak.

Namun dia kembali dipaksa turun sebelum menjejakkan kaki di puncak karena terjangan badai salju.

Tahun ini, sebelum dapat mendaki, Xia harus menghadapi tantangan hukum, setelah Nepal mengeluarkan aturan yang melarang tunanetra dan difabel yang diamputasi kedua kakinya untuk mendaki.

Tuntutan Xia dikabulkan pada Maret dan Mahkamah Agung Nepal menangguhkan larangan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here