Tanjung Morawa| Wartapoldasu.com – Dugaan praktik penjualan buah hasil replanting mencuat di areal perkebunan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) wilayah Desa Naga Timbul, Kalitawang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.
Informasi tersebut disampaikan seorang sumber yang enggan disebutkan namanya kepada awak media pada 17 Februari 2026.
Ia menyebut terdapat indikasi penjualan buah replanting yang diduga dikoordinir oleh oknum manajer melalui asisten dan kepala keamanan (security).
Menurut sumber itu, saat ini di wilayah Kalitawang tengah berlangsung kegiatan replanting atau peremajaan tanaman kelapa sawit. Namun, ia menilai terdapat kejanggalan dalam pengelolaan buah hasil replanting di areal tersebut.
“Yang aneh, masyarakat tidak diperbolehkan mengambil buah. Tetapi ada oknum yang bebas mengambil dan menjualnya. Kami menduga ada kerja sama yang dikoordinir melalui pihak manajemen dan anggotanya,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengangkutan buah kerap dilakukan pada malam hari. Buah yang diangkut, menurutnya, rata-rata masih dalam kondisi mentah atau berwarna hitam.
“Logikanya, kalau itu buah milik masyarakat, tidak mungkin buah mentah diambil. Hampir semua buah yang diangkut arahnya dari areal replanting Kalitawang,” tambahnya.
Sumber tersebut menduga praktik itu melibatkan oknum internal perusahaan. Bahkan, ia menilai apabila pihak perkebunan dimintai keterangan, kemungkinan besar tidak akan mengakui adanya praktik tersebut.
Sementara itu, Manajer Lonsum wilayah Kalitawang saat dikonfirmasi di Kantor Divisi Kalitawang pada 23 Februari 2026 membantah dugaan keterlibatan dirinya dalam penjualan buah replanting.
Ia menjelaskan, mekanisme replanting dilakukan dengan menumbang dan mencincang pohon sawit yang sudah tidak produktif. Apabila terdapat buah yang sudah matang atau tua, maka buah tersebut akan dikumpulkan dan dikirim ke pabrik sesuai prosedur perusahaan.
“Untuk penjualan secara pribadi tidak dibenarkan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait dugaan adanya koordinasi penjualan buah replanting tersebut.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa proses replanting berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. (Baem Siregar)
- Editor : N gulo
