Medan Marelan| WartaPoldasu.com – Situasi keamanan di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, kian mencekam. Puluhan anak baru gede (ABG) yang tidak diketahui asal-usulnya diduga kerap melakukan aksi tawuran dengan membawa berbagai senjata berbahaya, seperti senjata tajam panjang, senapan angin, busur panah, hingga ketapel.
Para remaja tersebut terlihat berkonvoi menggunakan sepeda motor dan menyisir sejumlah lingkungan permukiman warga, bahkan masuk ke gang-gang sempit yang dianggap sebagai wilayah musuh mereka.
Di Lingkungan 04 Gang Kambing, aksi tawuran disebut terjadi hampir setiap minggu. Bentrokan kerap berlangsung pada malam hari saat warga terlelap tidur, bahkan hingga waktu Subuh.
Ironisnya, sejumlah warga mengaku terpaksa mengurungkan niat pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh karena ketakutan melihat kelompok remaja tersebut melintas sambil menenteng senjata.
“Warga sampai balik kanan karena melihat mereka konvoi sambil membawa senjata panjang menyisir lorong-lorong,” ungkap warga setempat.
Meski patroli dari Polsek Medan Labuhan disebut kerap melintas, aksi tawuran masih terus berulang. Penyebab pastinya belum diketahui, namun beredar kabar bentrokan dipicu oleh saling ejek antar kelompok.
Aksi serupa juga terjadi di beberapa wilayah lain, di antaranya Lingkungan 01 Paluh Nibung, Lingkungan 03 Gang Pinang, Lingkungan 05 dan 09 Gang Pringgan, Kelurahan Paya Pasir.
Berdasarkan rekaman CCTV yang dilihat warga, kelompok ABG tersebut tampak menyisir rumah-rumah yang dianggap sebagai target lawan mereka.
Informasi yang diterima awak media menyebutkan, kelompok yang terlibat tawuran diduga memanggil rekan-rekannya dari luar wilayah Paya Pasir.
Warga Kecewa, Lurah Dinilai Tidak Peduli, Warga mengaku sudah sangat resah dan meminta aparat penegak hukum (APH) segera bertindak tegas. Namun, kekecewaan juga diarahkan kepada pihak kelurahan.
Menurut warga, Lurah Paya Pasir dinilai tidak peduli meski masyarakat ingin menggelar rembuk kampung guna mencari solusi bersama atas maraknya tawuran bersenjata tersebut.
Ketua BKM Masjid Ar-Ridha, H. Suheri Yatim, menyampaikan bahwa kondisi ini sudah sangat meresahkan masyarakat.
“Alhamdulillah, sudah diviralkan. Kejadian ini sangat meresahkan masyarakat umum. Perlu segera diadakan pertemuan antar warga Paya Pasir untuk membahas apa yang harus kita lakukan sebelum memakan korban jiwa,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya mengajak seluruh unsur pemerintahan dan keamanan untuk duduk bersama.
“Mari kita duduk bersama Ibu Lurah, Bapak Camat Medan Marelan, pihak Kepolisian, dan Babinsa untuk mengambil langkah nyata meredam begal dan tawuran anak-anak muda ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, kelompok remaja yang terus membuat onar harus segera ditindak tegas karena telah mengganggu ketenteraman warga, bahkan mengancam keselamatan jamaah yang hendak beribadah.
Keresahan warga kian bertambah setelah pada Selasa Subuh, 27 Januari 2026, ditemukan pecahan botol minuman beralkohol berserakan di halaman Masjid Ar-Ridha serta di jembatan Parit Karmila.
Tokoh masyarakat Dr. Mohd. Irsyad (US) menegaskan, masyarakat sudah berada di titik kesabaran.
“Kami berharap 3 Pilar segera menangkap para pelaku. Masyarakat sudah tidak tahan. Jika tidak segera ditindak, dikhawatirkan akan terjadi hal seperti di Belawan—bisa ada pembakaran, bahkan warga bisa menjadi korban pembacokan,” tegasnya.
- Editor : N gulo
