Labuhan| Wartapoldasu.com – Musibah banjir di penghujung tahun 2025 ini memang dirasa cukup parah, ribuan rumah terendam dan Barang Barang Perabotan Elektronik tak korban jiwa.
Meluapnya sungai besar yang membelah Kota Medan mengakibatkan beberapa tanggul roboh dihantam derasnya arus.
Salah satu kawasan yang cukup parah akibat luapan Sungai Deli berada di Kecamatan Medan Labuhan tepat nya di lingkungan 24/25 Pekan Labuhan.
Kondisi ini diperparah lagi dengan jebolnya tanggul yang sudah 2 tahun belakangan sama sekali belum mendapatkan perhatian pemerintah Kota Medan.
Sebagian besar tanggul retak sehingga tidak mampu menahan arus sungai, ditambah lagi dengan turunnya hujan selama selama 5 hari berturut-turut menyebabkan rumah warga terendam.
Warga berharap, pemerintah Kota Medan yang dipimpin walikota Rico Waas segera mencarikan solusi agar warga tidak merasa was-was ketika hujan turun diikuti dengan meningkatnya debit air sungai.
“Kami khawatir bila hujan turun, air sungai juga meluap ke pemukiman menyebabkan rumah warga yang berada di lingkungan 24/24 tergenang akibat tanggul jebol,” ujar salah satu warga lingkungan tersebut kepada media ini, Minggu (30/11/2025).
Warga juga menyayangkan sikap Pemko Medan yang terkesan lamban dalam menanggapi keluhan warga terkait kebocoran tanggul yang dalam kurun waktu 2 tahun belum diperbaiki.
“Warga sekitar telah berupaya menempel tanggul yang jebol dan retak menggunakan pasir yang dimasukin kedalam karung untuk menutupnya, namun sayangnya ketika debit air sungai meningkat bersamaan turunnya hujan, tanggul kembali jebol” tambahnya.
Pembangunan tanggul permanen dengan konstruksi beton sangat diharapkan, guna mencegah luapan air sungai masuk ke rumah-rumah warga di lingkungan 24/25 Pekan Labuhan Medan Labuhan.
“Kami mohon kepada Walikota Medan memperhatikan kondisi warga disini, karena saat bencana kemarin aktivitas warga juga lumpuh, tapi warga tidak mendapatkan bantuan apapun dari pihak Pemko Medan,” tandasnya. (usman)
- Editor : N gulo
