Salak| Wartapoldasu.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumatera Utara akibat cuaca ekstrem dan bencana longsor turut berdampak pada Kabupaten Pakpak Bharat.
Kondisi ini memicu antrean panjang masyarakat di SPBU dan AMPS, termasuk di AMPS Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan, pada Minggu (30/11/2025) sejak pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.
Untuk menjaga kelancaran pendistribusian BBM, Polres Pakpak Bharat menurunkan personel dari Polres dan Polsek Sukaramai.
Kehadiran personel di lokasi bertujuan mengurai antrean, mencegah kemacetan, serta memastikan proses pembelian BBM oleh masyarakat sekitar maupun pengguna jalan tujuan Subulussalam dan Sidikalang berjalan tertib.
Kapolres Pakpak Bharat AKBP Pebriandi Haloho S.H., S.I.K., M.Si melalui Ps. Kabag Ops AKP Mulia P. Simamora S.H, yang disampaikan Kapolsek Sukaramai AKP Sukanto Berutu S.H, menjelaskan bahwa.
Penempatan personel dilakukan untuk mengatur arus lalu lintas dan antrean, mengingat AMPS Sukaramai merupakan satu-satunya titik pengisian BBM di wilayah tersebut yang berada di jalur lintas Sumatera (Sumut–Aceh).
“Mulai dari pengaturan lalu lintas hingga antrean masyarakat, semua kita kelola agar tetap tertib,” ujar AKP Sukanto Berutu.
Koordinator Operator AMPS Sukaramai, Pendra Tinendung, menyampaikan bahwa stok BBM yang tersedia meliputi Solar sebanyak 30.000 liter, Pertalite 32.000 liter, serta Pertamax 5.000 liter, meski pompa Pertamax sedang mengalami kerusakan.
Pendra mengapresiasi dukungan kepolisian. “Terima kasih atas kesigapan Polres Pakpak Bharat dan jajarannya.
Dengan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas yang baik, proses distribusi BBM kepada masyarakat dapat berjalan aman dan lancar,” ungkapnya.
Hingga malam hari, distribusi BBM di AMPS Sukaramai masih berlanjut dengan pengawalan penuh dari personel Polres Pakpak Bharat untuk menjaga kondisi tetap tertib, aman, lancar, dan kondusif.
- Editor : N gulo
