Tanjung Jabung Barat| Wartapoldasu.com – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara virtual melalui Zoom dari Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Katamso didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura beserta jajaran, perwakilan Kodim 0419/Tanjab, Polres Tanjung Jabung Barat, para penyuluh pertanian, perwakilan kelompok tani, serta tamu undangan lainnya.
Acara nasional ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Dalam Negeri.
Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pertahanan, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Jaksa Agung, Kapolri, Wakil Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan.
Menteri ATR/BPN, Menteri PANRB, Menteri Desa PDT, Wakil Kepala BIN, Kepala BRIN, Kepala Bulog, Kepala BPS, jajaran direksi BUMN, sejumlah gubernur, bupati, dan wali kota, serta undangan lainnya. Sekitar dua ribu peserta yang terdiri dari kepala daerah, unsur Forkopimda, penyuluh pertanian, dan petani turut mengikuti kegiatan ini secara virtual.
Dalam laporannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia mencatat sejarah baru di sektor pertanian.
Produksi beras nasional hingga Desember 2025 mencapai 34,71 juta ton, dengan surplus sekitar 4 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi maupun jagung pakan sepanjang tahun 2025.
Cadangan beras Bulog tercatat mencapai 3,39 juta ton dan sempat menyentuh 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, sehingga pemerintah mampu menjaga stabilitas harga dan menutup ruang praktik mafia pangan.
Pemerintah juga menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram, tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 tercatat 125,35, menandakan meningkatnya kesejahteraan petani.
Nilai ekspor pertanian hingga Agustus 2025 mencapai Rp507,78 triliun, tumbuh lebih dari 42 persen, dengan sektor pertanian menjadi kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2025.
Sementara itu, dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sejarah membuktikan tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka tanpa kemampuan memproduksi pangannya sendiri.
Ketergantungan terhadap impor pangan, menurut Presiden, membuka celah bagi intervensi pihak luar dan melemahkan kedaulatan negara.
Presiden menyinggung kondisi Indonesia di masa lalu yang masih bergantung pada impor pangan, meskipun memiliki wilayah yang luas, tanah yang subur, serta kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
“Yang tidak masuk akal bagi saya, bagaimana mungkin negara yang begitu besar, yang dianugerahi bumi yang luas dan tanah yang subur, justru bergantung pada bangsa lain untuk pangannya. Kita impor, impor, dan impor. Itu tidak masuk akal dan tidak masuk di hati saya,” ujar Presiden.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada para petani Indonesia yang dinilainya telah memberikan jasa besar sejak masa perjuangan kemerdekaan.
Ia menegaskan bahwa petani merupakan tulang punggung bangsa yang menopang perjuangan dan keberlangsungan negara di awal kemerdekaan.
“Ketika kita berjuang dan menyatakan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, belum ada anggaran negara, belum ada kementerian keuangan, pajak, maupun bea cukai.
Yang membiayai dan memberi makan para pejuang adalah rakyat Indonesia, khususnya para petani,” tegasnya.
Presiden menekankan bahwa Indonesia tidak akan pernah merdeka tanpa kontribusi dan pengorbanan para petani. Menurutnya, petani adalah kelompok yang paling setia dan menunjukkan kecintaan. (J sinaga)
- Editor : N gulo
