Dairi| WartaPoldasu.com – Kisah pilu dialami dua bocah di Kabupaten Dairi. Seorang anak laki-laki berinisial AGP (7) ditemukan masyarakat dalam kondisi memprihatinkan di Jalan Merdeka, tepatnya di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.
AGP ditemukan dengan sejumlah luka pada bagian wajah hingga kaki. Kondisi tersebut kemudian viral di media sosial dan mendapat perhatian masyarakat.
Mendapat laporan tersebut, Unit PPA Satreskrim Polres Dairi bersama Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Dairi langsung bergerak untuk menyelamatkan korban.
Namun, proses evakuasi sempat terkendala setelah seorang wanita berinisial RS (52) melarang petugas membawa AGP. Setelah petugas memperkenalkan diri dan memberikan penjelasan, RS akhirnya mengizinkan AGP dibawa untuk mendapatkan perawatan medis.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sidikalang untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.
Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, mengatakan kondisi AGP saat ini telah mendapat penanganan medis dan mulai stabil.
«“Saat ini AGP sudah menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang dan kondisinya sudah mulai stabil,” ujarnya.»
Berdasarkan pendekatan yang dilakukan petugas secara intensif, AGP mengungkapkan bahwa RS merupakan “Mak Tua” atau bibinya. Dari keterangan korban, RS diduga kerap melakukan kekerasan fisik terhadap dirinya.
“RS merupakan wanita yang paling ditakuti oleh AGP, sehingga anak tersebut takut untuk melapor terkait apa yang sudah dialaminya,” jelas AKP Syahril.
Hasil pemeriksaan visum juga menunjukkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya luka pada bagian bibir, lebam pada tangan kiri, serta luka pada bagian kaki kanan yang telah mengalami infeksi dan mengeluarkan nanah.
Dari keterangan AGP, petugas kemudian mengetahui bahwa adiknya yang berinisial AP (6) juga mengalami luka-luka yang diduga disebabkan oleh RS. Dengan demikian, terdapat dua anak yang menjadi korban dalam kasus tersebut.
Saat ini, RS telah dibawa ke Satreskrim Polres Dairi untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Sementara kedua bocah tersebut masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Sidikalang.
Polres Dairi memastikan Unit PPA masih mendalami motif serta kronologi dugaan kekerasan yang dialami kedua korban.
“Terkait motif dan bagaimana kronologi kekerasan tersebut, sedang didalami oleh Unit PPA. Kita tunggu saja dulu,” tutup AKP Syahril Ramadhan.
- Editor : N gulo
