Aceh Tamiang| Wartapoldasu.com – Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Badan Amil Zakat Nasional) menyalurkan 22 ekor sapi meugang kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.
Penyaluran bantuan yang dikemas dalam kegiatan Tarhib Ramadhan Baznas Meugang Bersama Masyarakat Aceh itu berlangsung di Masjid Nurhasanah, Tanah Terban. Program ini disebut sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi meugang yang sempat terdampak akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.
Mewakili Bupati Aceh Tamiang, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab, Muslizar, S.Pd, MM, menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS RI terhadap masyarakat yang tengah menjalani masa pemulihan.
“Bantuan ini adalah suntikan optimisme bagi masyarakat untuk bangkit. Terima kasih atas perhatian kepada masyarakat Aceh yang sangat lekat dengan tradisi meugang,” ujar Muslizar.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk empati masyarakat Indonesia melalui zakat bagi warga Aceh yang terdampak bencana.
Menurutnya, meugang bukan sekadar tradisi menyembelih sapi, tetapi memiliki nilai spiritual dan emosional yang kuat bagi masyarakat Aceh, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadhan
“Melalui zakat masyarakat Indonesia, kami ingin memastikan warga tetap bersemangat, saling menguatkan dan tidak merasa sendiri dalam masa pemulihan,” ujarnya.
Selain Aceh Tamiang, BAZNAS RI juga menyalurkan bantuan sapi ke tujuh kabupaten lain di Aceh, yakni Pidie Jaya (13 ekor), Bireuen (10 ekor), Aceh Utara (15 ekor), Aceh Timur (15 ekor), Aceh Tengah (10 ekor), Bener Meriah (5 ekor), dan Gayo Lues (10 ekor). Secara keseluruhan, total bantuan mencapai 100 ekor sapi.
Tidak hanya bantuan meugang, BAZNAS RI juga menyatakan komitmen untuk membangun hunian tetap (huntap) di Aceh Tamiang yang akan diberi nama Kampung Cahaya Zakat. Terkait rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang disebut telah menyiapkan dua opsi lahan, yakni di Kampung Alur Manis dan Kampung Durian.
Komitmen pembangunan huntap ini dinilai menjadi bagian dari dukungan berkelanjutan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-banjir di Aceh Tamiang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS Sumatera Utara, unsur Baitul Mal Aceh Tamiang, Imam Masjid Nurhasanah serta undangan lainnya. (Chan)
- Editor : N gulo
