Aceh Tamiang| Wartapoldasu.com – Ramadhan 2026 menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial sekaligus kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut beberapa waktu lalu menyebabkan ribuan rumah warga terdampak dan aktivitas masyarakat terganggu.
Dalam situasi pemulihan tersebut, bantuan pangan dan kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi keluarga yang masih berupaya menata kembali kehidupan sehari-hari.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang dr Mustakim, M.Kes, Sp.DLP mengatakan, kehadiran bantuan bagi masyarakat selama Ramadhan memberi manfaat nyata bagi warga yang masih menjalani masa pemulihan.
“Momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial,” ujarnya, melalui keterangan pers, Selasa (17/3/2026).
“Dukungan seperti ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kesehatan warga,” tambah Mustakim.
Melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa, PT Dexa Medica menyalurkan bantuan bagi warga di Dusun Melati dan Kampung Durian, Aceh Tamiang pada Kamis, 5 Maret 2026 lalu.
Bantuan tersebut meliputi penyediaan dapur umum, makanan berbuka puasa, takjil, serta dukungan kesehatan bagi ribuan penerima manfaat yang menjalani Ramadhan di tengah proses pemulihan.
Manager Dharma Dexa PT Dexa Medica Mateus Ramidi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya menghadirkan kepedulian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bantuan yang disalurkan diharapkan membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama Ramadhan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masa pemulihan pascabanjir.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak agar bantuan yang diberikan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih luas,” ujar Mateus pada Jumat, 13 Maret 2026.
Selain menghadirkan bantuan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kampanye Ramadhan Stimuno yang mengajak masyarakat menjaga kesehatan sekaligus memperkuat kepedulian sosial melalui gerakan berbagi kepada warga terdampak bencana.
Program tersebut juga melibatkan berbagai unsur masyarakat di tingkat lokal, mulai dari relawan hingga komunitas setempat.
Kehadiran dapur umum dan kegiatan buka puasa bersama menjadi ruang kebersamaan bagi warga yang tengah menjalani masa pemulihan setelah banjir.
Bansos dan huntara dikebut Upaya pemulihan di Aceh Tamiang juga berjalan melalui program bantuan pemerintah bagi para penyintas banjir.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyatakan telah menyalurkan bantuan stimulan dari Kementerian Sosial kepada 12.136 kepala keluarga.
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi dalam siaran persnya, Selasa (10/3/2026) mengatakan bantuan tersebut dicairkan dalam empat tahap.
“Tahap I sebanyak 1.286 KK, tahap II sebanyak 7.729 KK, tahap III sebanyak 1.527 KK dan tahap IV sebanyak 5.954 KK,” ujarnya. Bantuan tersebut berupa Rp 3 juta untuk biaya kerusakan isi rumah dan Rp 5 juta untuk biaya pemulihan ekonomi bagi masing-masing kepala keluarga.
Selain itu, Dana Tunggu Hunian sebesar Rp 600.000 per bulan telah disalurkan kepada 1.933 kepala keluarga.
Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Tamiang Imam Suhery mengatakan pembangunan hunian sementara terus dipercepat.
Sebanyak 1.771 unit huntara tersebar di 25 lokasi dan 1.339 kepala keluarga telah menempatinya. (Chan)
- Editor : N gulo
