Madina| Wartapoldasu.com – Ratusan warga bersama gabungan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Desa Sopo Batu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Mandailing Natal serta Kantor Kejaksaan Negeri Mandailing Natal, Senin (18/05/2026).
Massa mendesak Bupati Mandailing Natal segera mengambil tindakan tegas terhadap Kepala Desa Sopo Batu yang diduga terlibat penyimpangan pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2023, 2024, dan 2025.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan carut-marut pengelolaan Dana Desa yang dinilai minim transparansi dan akuntabilitas.
Mereka menilai kondisi pemerintahan desa saat ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Berdasarkan pernyataan yang dihimpun Wartapoldasu.com, aliansi mahasiswa dan masyarakat Desa Sopo Batu menyoroti sejumlah pembangunan desa yang diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Salah satunya proyek pembangunan beronjong yang disebut mangkrak dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain itu, muncul dugaan adanya pengadaan fiktif serta penggunaan anggaran yang dinilai tidak sesuai kebutuhan warga.
“Kondisi pemerintahan desa saat ini sangat memprihatinkan. Beberapa perangkat desa diduga tidak lagi berdomisili di Desa Sopo Batu sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak maksimal,” tulis massa aksi dalam pernyataan sikapnya.
Masyarakat juga menyebut bahwa selama lebih dari dua tahun Kepala Desa diduga jarang berada di desa untuk menjalankan tugas secara langsung.
Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk lemahnya tanggung jawab moral dan administratif terhadap amanah masyarakat.
Dalam aksi itu, massa menyampaikan delapan tuntutan kepada Bupati Mandailing Natal, yakni:
Mendesak Bupati Mandailing Natal tidak tutup mata terhadap dugaan carut-marut pengelolaan Dana Desa Sopo Batu Tahun Anggaran 2023, 2024, dan 2025 yang dinilai minim transparansi.
Meminta dilakukan audit investigatif menyeluruh melalui Inspektorat dan instansi terkait terhadap seluruh penggunaan anggaran desa, baik fisik maupun nonfisik.
Mengevaluasi proyek pembangunan beronjong yang diduga mangkrak dan tidak selesai.
Membuka secara transparan seluruh dokumen realisasi penggunaan Dana Desa kepada publik.
Memberikan sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti lalai atau menyalahgunakan jabatan.
Mengevaluasi kinerja aparatur Pemerintah Desa Sopo Batu, termasuk perangkat desa yang diduga tidak lagi berdomisili di desa.
Mengambil langkah tegas terhadap kondisi pemerintahan desa yang dinilai tidak berjalan efektif karena Kepala Desa jarang terlihat menjalankan tugas di desa.
Tidak membiarkan dugaan penyimpangan Dana Desa dan lemahnya pelayanan masyarakat terus berlarut-larut.
Aliansi mahasiswa dan masyarakat menegaskan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan desa serta untuk menjaga prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas pemerintahan.
Menanggapi tuntutan massa aksi, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Asisten I, Sahnan Pasaribu, menyatakan akan segera menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Bupati Mandailing Natal.
Ia juga berjanji akan menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan perwakilan masyarakat Desa Sopo Batu pada Senin mendatang.
Usai melakukan aksi di Kantor Bupati, massa kemudian melanjutkan aksi ke Kantor Kejaksaan Negeri Mandailing Natal.
Mereka meminta aparat penegak hukum segera memproses dugaan korupsi yang menyeret Kepala Desa Sopo Batu sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Republik Indonesia.(AM Nasution)
- Editor : N gulo
