Mandailing Natal| Wartapoldasu.com – Bencana tanah longsor kembali terjadi di ruas jalan menuju Desa Soposorik, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Akibat peristiwa tersebut, akses transportasi menuju dan dari desa terputus sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Longsor terjadi di tiga titik pada ruas jalan menuju Desa Soposorik. Peristiwa ini diduga dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan tebing di sisi jalan ambruk pada 30 Juni 2026.
Material berupa tanah, bebatuan, dan pepohonan menimbun badan jalan dengan ketinggian sekitar 2–3 meter, sehingga seluruh akses kendaraan tertutup.
Menurut keterangan B. Siregar kepada Wartapoldasu pada 3 Juli 2026, material longsor masih menutupi jalan dan belum dapat dilalui.
“Materialnya banyak sekali, tanah, pohon, semuanya masih menutupi akses jalan menuju Desa Soposorik,” ujarnya.
B. Siregar juga menyampaikan bahwa kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwenang di Kabupaten Mandailing Natal. Namun, hingga 4 Juli 2026 belum terlihat adanya upaya pembersihan maupun perbaikan di lokasi longsor.
Akibat tertutupnya satu-satunya akses jalan menuju Desa Soposorik, warga mengaku kesulitan keluar masuk desa sehingga aktivitas ekonomi dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari menjadi terganggu.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera menurunkan alat berat dan melakukan pembersihan material longsor agar akses transportasi dapat kembali normal.
Mereka juga berharap penanganan dilakukan secepat mungkin sehingga warga dapat kembali beraktivitas, termasuk membeli kebutuhan pokok ke pusat kota.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kegiatan pembersihan material longsor oleh pihak berwenang di lokasi. (AM Nasution)
- Editor : N gulo
