Salak| Wartapoldasu.com – Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap penggunaan media sosial yang bijak, Seksi Humas Polres Pakpak Bharat menggelar sosialisasi pencegahan ujaran kebencian (hate speech) dan penyebaran berita bohong (hoaks) kepada pelajar kelas XII SMA Negeri 1 Kerajaan, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.05 hingga 10.10 WIB itu dihadiri Kepala SMA Negeri 1 Kerajaan, Jahra Tati Banurea, S.Pd, para guru, serta siswa-siswi kelas XII.
Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Amron Simanullang, S.H., yang disampaikan Ps. Kasubsi Penmas Aiptu Widodo, menegaskan pentingnya membekali pelajar dengan pemahaman mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya terkait bahaya ujaran kebencian dan penyebaran informasi palsu di media digital.
Menurutnya, penggunaan telepon genggam harus dilakukan secara bijak agar tidak memicu konflik, perpecahan antarpelajar, hingga berujung pada tindakan pidana.
“Jangan sampai masih berstatus pelajar sudah berurusan dengan hukum. Tugas utama kalian saat ini adalah belajar dan mempersiapkan masa depan.
Hindari narkoba, jangan ugal-ugalan di jalan raya, jangan menggunakan knalpot blong, serta jauhi ujaran kebencian dan berita hoaks,” ujar Aiptu Widodo.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk selalu memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
“Dulu ada pepatah mengatakan mulutmu adalah harimaumu, sekarang yang lebih tepat adalah jarimu adalah harimaumu. Karena itu, gunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab.
Patuhi aturan sekolah dan hormati para guru yang selama berada di sekolah menjadi orang tua bagi kalian,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kerajaan, Jahra Tati Banurea, S.Pd., mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut.
Menurutnya, edukasi seperti ini sangat penting untuk membentengi para pelajar dari pengaruh negatif perkembangan teknologi informasi, khususnya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.
Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan tertib, aman, dan kondusif. Sosialisasi diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para pelajar agar lebih bijak dalam bermedia sosial serta terhindar dari pelanggaran hukum di era digital.
- Editor : N gulo
