Jakarta| WartaPoldasu.com – Ketua Aliansi Serikat Pekerja dan Buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Seluruh Indonesia (ASPBTKBMPSI), KHR. HM. Jusuf Rizal, SH, membantah kabar yang menyebut akan adanya aksi mogok nasional oleh pekerja dan buruh TKBM di seluruh Indonesia.
Menurut Jusuf Rizal, hingga saat ini kondisi pekerja dan buruh TKBM di berbagai pelabuhan masih kondusif.
Jika terdapat persoalan di sejumlah pelabuhan, hal itu bersifat lokal dan berkaitan dengan pemerintah daerah maupun pihak Pelindo, bukan merupakan gerakan nasional.
“Jika ditanya apakah ada agenda mogok nasional dari Aliansi Serikat Pekerja dan Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia, saya tegaskan untuk saat ini tidak ada.
Apabila akan dilakukan aksi sebesar itu, tentu terlebih dahulu dibahas secara bersama,” ujar Jusuf Rizal saat menjawab pertanyaan media.
Jusuf Rizal yang juga dikenal sebagai aktivis pekerja dan buruh serta Ketua Harian KSPSI menjelaskan, ASPBTKBMPSI merupakan aliansi yang dibentuk oleh empat organisasi pekerja, yakni Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI), Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI), Serikat Pekerja Maritim Indonesia (SPMI), dan Konfederasi SBSI ’92.
Aliansi tersebut dibentuk untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan pembinaan, kemampuan, serta kesejahteraan pekerja dan buruh TKBM di seluruh Indonesia.
Ia mempertanyakan pihak-pihak yang mengatasnamakan pekerja TKBM untuk menyerukan mogok nasional.
Menurutnya, anggota koperasi TKBM saja mencapai hampir 100 ribu orang yang tersebar di berbagai pelabuhan di Indonesia, ditambah anggota dari federasi dan konfederasi lainnya.
“Kalau ada yang membawa nama pekerja TKBM untuk mogok nasional, pekerja pelabuhan yang mana? Hingga saat ini di aliansi tidak pernah ada pembahasan mengenai mogok nasional,” tegasnya.
Jusuf Rizal menduga terdapat oknum yang membawa nama pekerja TKBM untuk kepentingan pribadi. Ia menilai isu tersebut bukan murni memperjuangkan kesejahteraan buruh, melainkan diduga memiliki motif tertentu.
“Kami menduga ada niat yang tidak baik. Bukan membela nasib pekerja TKBM, tetapi lebih kepada kepentingan pribadi. Fenomena seperti ini biasanya muncul menjelang momentum politik, hanya mencari panggung dan kepentingan tertentu,” pungkasnya.
- Editor : N gulo
