Medan| Wartapoldasu.com – Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Sumatera Utara mematangkan sejumlah agenda kegiatan akhir tahun 2026 melalui rapat koordinasi yang digelar di Sekretariat GBN-MI, Pasar IV Mabar, Kecamatan Medan Deli, Medan, Minggu (6/9/2026).
Rapat tersebut secara khusus membahas persiapan rangkaian kegiatan memperingati Hari Pahlawan 10 November 2026 dengan mengangkat tema sejarah Pertempuran Medan Area, sekaligus persiapan kegiatan Hari Bela Negara pada Desember 2026 yang direncanakan menjadi agenda penutup program kerja GBN-MI DPP Sumatera Utara sepanjang 2026.
Rapat koordinasi dipimpin langsung Ketua DPP GBN-MI Sumatera Utara, Iskandar Zulkarnean Nasution, didampingi Sekretaris Vendra Taufik, Bendahara Jailani, dan Wakil Ketua Hendrik. Turut hadir Ketua DPK GBN-MI Kota Medan, Bobi, bersama sejumlah pengurus lainnya.
Dalam rapat tersebut, para pengurus membahas konsep, waktu pelaksanaan, pembagian tugas, serta bentuk kegiatan yang diharapkan tidak hanya menjadi seremoni peringatan Hari Pahlawan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali sejarah perjuangan rakyat Sumatera Utara kepada generasi muda.
Pada pembukaan rapat, Iskandar Zulkarnean Nasution mengulas secara singkat latar belakang perjuangan rakyat dalam Pertempuran Medan Area.
Menurutnya, sejarah perjuangan tersebut penting untuk terus dikenalkan, khususnya kepada generasi muda yang semakin jauh dari pengalaman sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Salah satu peristiwa yang menjadi bagian penting dari rangkaian sejarah tersebut adalah insiden perusakan lencana Merah Putih di Jalan Bali, Medan, pada 13 Oktober 1945.
Peristiwa tersebut kemudian memicu kemarahan pemuda dan rakyat. Perlawanan bersenjata berkembang di berbagai wilayah Medan dengan melibatkan pemuda serta laskar-laskar perjuangan untuk menghadapi pasukan Sekutu dan NICA.
Perlawanan yang semakin meluas kemudian berhadapan dengan langkah Sekutu yang memasang patok batas wilayah dengan tulisan “Fixed Boundaries of Protected Medan Area”.
Pembatasan tersebut membagi ruang gerak masyarakat dan menjadi salah satu bagian dari eskalasi konflik yang kemudian dikenal sebagai Pertempuran Medan Area.
Pertempuran tidak hanya berlangsung di pusat Kota Medan. Perlawanan juga berkembang ke kawasan pinggiran dan wilayah Medan Utara dengan keterlibatan berbagai kelompok perjuangan rakyat.
Bagi GBN-MI Sumatera Utara, rangkaian sejarah tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai peristiwa masa lalu, tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan kebangsaan dan upaya menanamkan semangat bela negara.
Salah satu tokoh yang akan diangkat dalam rangkaian kegiatan tahun ini adalah Mayor Bedjo, yang dikenal dalam materi kegiatan GBN-MI sebagai salah satu tokoh perjuangan dalam Pertempuran Medan Area.
Mayor Bedjo disebut memiliki peran dalam memimpin laskar perjuangan Napindo (Nasional Indonesia) Medan Utara.
Dalam perkembangannya, berbagai elemen laskar rakyat seperti Napindo, Pesindo, Hizbullah, dan Barisan Merah dikonsolidasikan menjadi kekuatan perjuangan dalam menghadapi pasukan Sekutu dan NICA.
Kisah perjuangan tersebut kemudian akan diangkat melalui berbagai media kreatif agar sejarah tidak hanya disampaikan dalam bentuk upacara atau pidato, tetapi juga melalui karya seni, tulisan, dan teknologi digital.
Sejumlah lokasi yang berkaitan dengan memori perjuangan juga menjadi bagian dari konteks kegiatan, di antaranya kawasan Tugu Juang ’45/Gedung Juang 45 serta kawasan Tugu Apollo yang dikenal berkaitan dengan sejarah perjuangan Medan Area.
Untuk memperingati Hari Pahlawan 2026, GBN-MI DPP Sumatera Utara menyiapkan sedikitnya empat rangkaian kegiatan utama.
Pertama, upacara peringatan Pertempuran Medan Area yang direncanakan berlangsung pada 10 November 2026 di lokasi pertemuan Medan Area, Taman Segitiga Perjuangan.
Kedua, lomba menggambar mural bertema Pertempuran Medan Area. Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada 8 November 2026 di Lapangan Merdeka Medan.
Setiap tim akan terdiri atas tiga orang peserta. Melalui mural, peserta diharapkan dapat menerjemahkan sejarah perjuangan ke dalam karya visual yang lebih mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda.
Ketiga, lomba menulis cerita atau karya tulis tentang Pertempuran Medan Area. Perlombaan ini direncanakan berlangsung dari awal Oktober hingga awal November 2026 dengan mengangkat Mayor Bedjo sebagai tokoh sentral.
Keempat, lomba membuat video pendek menggunakan aplikasi kecerdasan buatan (AI) dengan tema Pertempuran Medan Area dan Mayor Bedjo.
Kegiatan tersebut direncanakan dilaksanakan pada 8 November 2026 di Lapangan Merdeka Medan.
Dengan format tersebut, GBN-MI mencoba menggabungkan pendekatan sejarah dengan kreativitas generasi masa kini.
Sejarah perjuangan tidak hanya ditempatkan sebagai materi yang dibaca, tetapi juga dapat divisualisasikan melalui mural, karya tulis, dan produksi video digital.
Dalam rapat koordinasi tersebut juga ditetapkan sejumlah personel yang akan menangani rangkaian kegiatan.
Bobi, Ketua DPK GBN-MI Kota Medan, ditetapkan sebagai Ketua Pelaksana kegiatan. Sementara Nirwan Junaidi Rokan dan Hendrik AMD dipercaya sebagai koordinator Acara dan Upacara.
Untuk kegiatan mural, Afrijal ditunjuk sebagai koordinator. Sedangkan Ganda dipercaya menjadi koordinator lomba karya tulis 10 November.
Pembagian tugas tersebut menjadi bagian dari persiapan teknis agar setiap rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai dengan jadwal dan konsep yang telah direncanakan.
Selain peringatan Hari Pahlawan, GBN-MI DPP Sumatera Utara juga menyiapkan agenda Pendidikan Kesadaran Bela Negara (PKBN) bagi siswa dan siswi SLTA sederajat.
Kegiatan yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026 tersebut akan dilaksanakan bekerja sama dengan Bakesbangpol Linmas Provinsi dalam rangka memperingati Hari Bela Negara.
Agenda tersebut menjadi kelanjutan dari semangat yang ingin dibangun melalui peringatan Pertempuran Medan Area.
Jika peringatan Hari Pahlawan diarahkan untuk mengingat perjuangan generasi terdahulu, maka kegiatan bela negara diarahkan untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap tanggung jawab kebangsaan pada masa kini.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, GBN-MI DPP Sumatera Utara menempatkan sejarah, kreativitas, dan pendidikan bela negara sebagai satu rangkaian program.
Peringatan sejarah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi media pembelajaran bagi generasi muda mengenai nilai perjuangan, persatuan, keberanian, dan kecintaan terhadap bangsa.
Rapat koordinasi pada 6 September 2026 menjadi salah satu tahapan awal untuk memastikan seluruh rangkaian agenda akhir tahun tersebut dapat dipersiapkan secara terarah, mulai dari kegiatan peringatan Pertempuran Medan Area pada November hingga program pendidikan bela negara pada Desember 2026. (Hendrik)
- Editor : N gulo
