Simalungun| Wartapoldasu.com – Musyawarah Nagori Pemilihan Pangulu Antar Waktu (PAW) Nagori Marihat Butar, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun sukses digelar dengan aman, tertib, dan demokratis di Aula Nagori Marihat Butar, Huta 3, Kamis (22/10).
Dalam pemilihan tersebut, Johan (Nomor Urut 02) keluar sebagai pemenang setelah meraih 37 suara, unggul atas rivalnya, Sapruddin Ginting (Nomor Urut 01), yang memperoleh 29 suara.
Proses pemungutan suara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini mencatat tingkat partisipasi yang tinggi. Dari total 69 orang Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang terdiri atas 15 unsur perangkat nagori dan 54 unsur perwakilan masyarakat sebanyak 66 pemilih menyalurkan hak suaranya, sementara 3 orang berhalangan hadir. Panitia juga menyatakan tidak ada suara tidak sah (nihil) dalam pemilihan ini.
Pangulu terpilih, Johan, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh elemen masyarakat Nagori Marihat Butar.
Ia menegaskan komitmennya untuk segera bekerja dan merangkul seluruh pihak tanpa membeda-bedakan dukungan masa lalu.
“Kemenangan ini bukan milik saya pribadi, melainkan kemenangan seluruh masyarakat Nagori Marihat Butar. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab.
Fokus utama saya ke depan adalah mempercepat pembangunan infrastruktur desa dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Saya juga mengajak Bapak Sapruddin Ginting beserta seluruh pendukungnya untuk bersama sama bersatu demi kemajuan desa yang kita cintai ini,” ujar Johan pasca penghitungan suara.
Harapan serupa juga disampaikan oleh warga setempat. Tika Anggraini, warga Huta 1 Nagori Marihat Butar, menaruh harapan besar pada kepemimpinan yang baru.
Kami sangat mengharapkan kepada pangulu terpilih dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh amanah demi kemajuan desa kami ke depan,” tutur Tika.
Jalannya pemilihan ini turut mendapat pengawasan dan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk DPD Perkumpulan Pemerhati dan Pengawas Korupsi Indonesia (P3KI).
Ketua DPD P3KI Kabupaten Simalungun, Sofian, S.Pd, menilai proses PAW ini layak menjadi percontohan demokrasi yang bersih di tingkat nagori.
“Pemilihan PAW Marihat Butar ini contoh demokrasi nagori yang baik. Terbuka, ada tabulasi jelas di dinding, semua pemilih menyaksikan langsung.
Tidak ada keributan. Kami P3KI mengawal agar PAW ini tidak ada intervensi dan murni suara masyarakat,” tegas Sofian, seraya berharap Johan dapat menjaga kondusivitas wilayah.
Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan Berita Acara hasil pemilihan oleh Ketua Panitia Pemilihan, Mistar, dan Sekretaris Yoan Frandiansyah, dengan disaksikan langsung oleh kedua calon pemimpin nagori tersebut.
Turut hadir memantau jalannya acara, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagori (DPMN) Simalungun, Camat Bosar Maligas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Maujana Nagori. (Mariono)
- Editor : N gulo
