Medan| Wartapoldasu.com – Ketua Tridharma Komda Sumatera Utara bersama jajaran PTITD.SI 67 dan Martrisia yang dipimpin Budi Malem, S.M.T., menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun Dewa Lim Pek Pek yang digelar di Cetiya Gunung Naga, Jalan Brigjen Katamso Gang Lampu I No. 8B, Kota Medan, Sabtu (13/6/2026) pukul 19.30 WIB.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pengurus Cetiya Gunung Naga. Dalam sambutannya, pihak pengurus mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua Tridharma Komda Sumut beserta jajaran PTITD.SI 67 dan Martrisia yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri perayaan tersebut.
“Ini merupakan suatu kehormatan besar bagi kami atas kehadiran seluruh jajaran yang turut memeriahkan perayaan HUT Dewa Lim Pek Pek,” ujar pengurus cetiya.
Hendra Loei selaku pemilik Cetiya Gunung Naga sekaligus Tatung/Suhu menjelaskan bahwa perayaan syukuran HUT Dewa Lim Pek Pek rutin dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 28 bulan keempat penanggalan Imlek (4 Gwee 28).
Menurut Hendra, Dewa Lim Pek Pek atau Go Lau Pek Pek diyakini berasal dari lima tokoh bersaudara yang sangat dihormati oleh masyarakat Tionghoa.
Dalam tradisi kepercayaan Tionghoa dan Taoisme, sosok “Pek Pek” atau “Apek” diyakini merupakan tokoh manusia yang semasa hidupnya memiliki kebajikan tinggi, kemampuan spiritual, serta banyak membantu masyarakat.
“Secara bahasa Hokkien, Pek Pek merupakan panggilan hormat kepada seorang kakek atau pria tua yang dihormati. Go Lau Pek Pek sendiri berarti Lima Saudara yang dihormati,” jelas Hendra.
Ia menambahkan, Go Lau Pek Pek dikenal sebagai lima tokoh leluhur atau dewa lokal yang dihormati oleh komunitas Tionghoa, khususnya di Sumatera Utara.
Mereka dipercaya memiliki kesaktian, keberanian, serta jasa dalam membantu masyarakat menghadapi penyakit, gangguan roh jahat, dan berbagai persoalan kehidupan.
Salah satu tokoh yang paling terkenal adalah Tan Tong Jin yang dianggap sebagai pemimpin sekaligus sosok paling sakti di antara kelima saudara tersebut. Hingga kini, makamnya masih menjadi tempat ziarah bagi para pengikut dan umat yang menghormatinya.
Pantauan wartawan Mitra Poldasu News di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Acara dihadiri oleh banyak tamu undangan yang mengikuti rangkaian ritual sembahyang, doa bersama untuk keselamatan, kesehatan, kelancaran rezeki, serta kegiatan pengobatan gratis bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Budi Malem, S.M.T., menyampaikan bahwa PTITD.SI 67 dan Martrisia merupakan wadah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, harmonisasi, dan kerukunan antarumat beragama.
“Kita sebagai anggota Tridharma dan Martrisia harus terus menjaga kerukunan antarumat beragama tanpa memandang perbedaan ras, suku, maupun agama,” ujarnya.
Menurutnya, perayaan HUT Dewa Lim Pek Pek tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antarumat serta menumbuhkan semangat untuk terus berbuat kebaikan di tengah masyarakat.
“Semoga kita semua diberikan kesehatan, kelancaran rezeki dan usaha, serta Indonesia senantiasa diberkahi kedamaian dan persatuan,” tuturnya.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran PTITD.SI 67, Martrisia, Tridharma Komda Sumut, dan pengurus Cetiya Gunung Naga sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan. (Red)
- Editor : N gulo
