Labusel| Wartapoldasu.com – Setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang, Jembatan Merah Putih Presisi yang berada di Dusun Aek Torop, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, kini resmi rampung 100 persen.
Jembatan yang juga dikenal masyarakat dengan sebutan “Jembatan Kuntilanak” ini menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan dua provinsi, yakni Sumatera Utara dan Riau.
Tak hanya itu, keberadaan jembatan ini juga membuka konektivitas langsung antara empat kabupaten, yakni Labuhanbatu Selatan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Padang Lawas Utara.
Peran strategisnya dinilai mampu mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar arus distribusi barang dan hasil perkebunan di kawasan perbatasan.
Pengecekan kondisi jembatan dilakukan pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga, S.H bersama jajaran personel kepolisian, tokoh pemuda setempat, pihak manajemen Aek Torop, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Secara fisik, perubahan signifikan tampak pada struktur jembatan. Sebelum dilakukan pembangunan, jembatan tersebut hanya memiliki lebar terbatas sehingga kendaraan harus melintas secara bergantian.
Kini, setelah dilakukan pelebaran, dua kendaraan dapat melintas secara bersamaan dari arah berlawanan, sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga, S.H dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran akses transportasi di wilayah perbatasan.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jembatan ini menjadi akses vital bagi masyarakat. Dengan kondisi yang sudah lebih baik dan representatif, diharapkan dapat memperlancar aktivitas masyarakat serta meningkatkan perekonomian di wilayah ini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Forkopimcam, pihak perusahaan, dan kepolisian menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan tersebut hingga tuntas.
Respons positif datang dari masyarakat sekitar. Para pengguna jalan yang melintasi jembatan tersebut mengaku terbantu dengan kondisi terbaru yang lebih representatif.
Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Labuhanbatu Selatan dan Polsek Torgamba atas dukungan dan keterlibatan dalam proses pembangunan.
Meski demikian, pekerjaan belum sepenuhnya berakhir. Berdasarkan keterangan pihak kontraktor, tahap lanjutan berupa pengecoran jalan bagian atas masih akan dilaksanakan melalui kolaborasi antara Forkopimcam, PTPN IV Aek Torop, dan pihak kepolisian.
Rampungnya Jembatan Merah Putih Presisi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Sumatera Utara dan Riau. (Safrizal A. Silalahi)
- Editor : N gulo
