Sibolga| Wartapoldasu.com – Kapolres Sibolga AKBP Budi Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., M.Han., turun langsung mengecek lokasi tanah terkikis di kawasan Sungai Sihopo-hopo, Jalan S.M. Raja, Gang Sihopo-hopo, Lingkungan III, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sabtu (24/10/2026).
Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi di lokasi sekaligus mengantisipasi potensi longsor susulan yang dapat membahayakan warga.
Peristiwa tanah terkikis tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan itu selama kurang lebih tiga jam pada Jumat (23/10/2026) sore. Kondisi tersebut menyebabkan tanah di bagian depan rumah warga mengalami pengikisan, tepatnya pada sudut kiri bangunan.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah, Satri Hutauruk (52), peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, Satri bersama istrinya, Taslima Harefa (53), serta anggota keluarga lainnya sedang berada di dalam rumah yang dihuni tiga kepala keluarga.
Di tengah hujan deras, mereka tiba-tiba mendengar suara seperti bangunan atau tanah yang runtuh. Menyadari adanya sesuatu yang tidak beres, seluruh penghuni rumah segera keluar untuk memeriksa keadaan.
Mereka kemudian mendapati tanah di bagian depan rumah telah terkikis. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan kepada Kepala Lingkungan III Kelurahan Aek Manis, yang menyarankan agar penghuni rumah untuk sementara meninggalkan lokasi dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kapolres Sibolga bersama sejumlah personel dan unsur pemerintah setempat melakukan pengecekan langsung pada Sabtu siang.
Kapolres didampingi Kabag Ops Polres Sibolga AKP Agus Adhitama, S.E., Kapolsek Sibolga Selatan IPTU Pasma Pasaribu, S.E., serta personel terkait.
Dalam pengecekan tersebut, Kapolres juga berkoordinasi dengan Lurah Aek Manis Alamsyah Chaniago, Kepala Lingkungan III Amrul Nasution, petugas Trantib Kecamatan Sibolga Selatan, serta perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sibolga.
Kapolres Sibolga meminta pihak kelurahan dan Dinas PUPR Kota Sibolga agar segera menuntaskan perbaikan sarana dan prasarana di sekitar aliran Sungai Sihopo-hopo.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko bahaya bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi tanah terkikis.
Berdasarkan hasil pengecekan dan keterangan yang dihimpun, kawasan tersebut sebelumnya juga pernah mengalami longsor pada 25 November 2025, ketika bencana longsor dan banjir melanda Kota Sibolga.
Saat ini, Dinas PUPR Kota Sibolga tengah melaksanakan perbaikan dinding aliran Sungai Sihopo-hopo yang terhubung dengan halaman rumah milik Satri Hutauruk.
Pekerjaan juga mencakup pengecoran jalan setapak yang mengalami kerusakan akibat bencana pada tahun sebelumnya.
Kapolres menekankan pentingnya percepatan penyelesaian pekerjaan tersebut agar kondisi lingkungan menjadi lebih aman dan potensi bahaya terhadap warga dapat diminimalkan.
Selain memastikan kondisi lokasi, Kapolres bersama personel Polres Sibolga memberikan imbauan langsung kepada penghuni rumah agar sementara waktu mengungsi ke tempat sanak keluarga.
Imbauan tersebut telah dilaksanakan oleh para penghuni rumah sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya pengikisan tanah lanjutan.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah, keluarga tersebut telah mendapatkan satu unit hunian tetap (huntap).
Namun, mereka masih menunggu penyelesaian pembangunan huntap tahap II yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, kawasan GOR, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan.
Pembangunan hunian tetap tersebut diperkirakan selesai pada Desember 2026. Setelah pembangunan rampung, keluarga tersebut berencana menempati hunian yang telah disediakan.
Dalam kejadian tanah terkikis akibat hujan berkepanjangan ini, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
Pengecekan dan langkah antisipasi yang dilakukan Polres Sibolga menjadi bagian dari upaya memastikan keselamatan masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.
Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi teknis juga diperlukan agar penanganan di lokasi dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Polres Sibolga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama, khususnya bagi warga yang tinggal di dekat aliran sungai, tebing, atau area dengan kondisi tanah yang berpotensi mengalami pergerakan.
Apabila ditemukan tanda-tanda bahaya, warga diharapkan segera menjauh dari lokasi dan melaporkannya kepada aparat setempat.
- Editor : N gulo
