Langkat| Wartapoldasu.com – Pasca terdampak banjir, SMP Negeri 2 Tanjung Pura memperoleh bantuan program rehabilitasi atau revitalisasi sekolah dari Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan nilai anggaran sekitar Rp2,5 miliar yang dilaksanakan melalui sistem swakelola berbasis lingkungan sekolah.
Namun, dalam pelaksanaannya, proyek tersebut diduga tidak berjalan sesuai ketentuan.
Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pada Senin (4/5), ditemukan bahwa papan informasi proyek hanya memuat nilai anggaran dan waktu pelaksanaan.
Sementara itu, papan informasi Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) tidak terlihat di lokasi pekerjaan.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait transparansi pelaksanaan proyek, serta memunculkan dugaan adanya monopoli dalam pengelolaan kegiatan pembangunan.
Selain itu, ditemukan dugaan penggunaan kembali kusen lama yang hanya dilakukan perbaikan atau pengetaman sehingga tampak seperti baru, bukan diganti dengan material baru sebagaimana yang diharapkan dalam pekerjaan revitalisasi.
Sorotan lainnya adalah terkait peninggian bangunan yang disebut hanya sekitar 50 sentimeter.
Beberapa pihak menilai ketinggian tersebut kurang memadai mengingat sekolah sebelumnya pernah terdampak banjir.
Mereka berpendapat peninggian bangunan seharusnya disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan potensi bencana yang ada.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, sejumlah pihak memperkirakan biaya pekerjaan fisik yang terealisasi tidak sebanding dengan nilai anggaran yang dialokasikan.
Namun demikian, dugaan adanya potensi kerugian negara masih memerlukan audit dan pemeriksaan dari instansi berwenang untuk memastikan kesesuaian penggunaan anggaran dengan hasil pekerjaan di lapangan.
Pada kesempatan terpisah, Kamis (4/5), wartawan berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala SMP Negeri 2 Tanjung Pura, Sutarno, S.Pd.
Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi akan terus dilakukan guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (Hafiz)
- Editor : N gulo
