Medan | Wartapoldasu.com – Ketua Tridharma Komda Sumatera Utara PTITD.SI 67 & Matrisia sekaligus Wakil Ketua Permabudhi Sumut, Budi Malem, SM.T, menghadiri undangan syukuran Hari Ulang Tahun Dewa Ta Ye Pek yang digelar di Cetiya Go Lau Sapek, Jalan Brigjen Katamso Komplek Sepakat Lestari B-17, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Selasa (16/6/2026).
Kedatangan rombongan PTITD.SI 67 & Matrisia Komda Sumut beserta tim media disambut hangat oleh Suhu/Tatung Asiang (Rudi Mas) selaku pemilik Cetiya Go Lau Sapek bersama para pengurus cetiya.
Dalam sambutannya, Asiang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri perayaan tersebut.
“Kehadiran Bapak dan rombongan merupakan sebuah kehormatan dan penghargaan besar bagi kami. Terima kasih atas dukungan serta kebersamaan yang terjalin selama ini,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Budi Malem menyampaikan apresiasi kepada pengurus Cetiya Go Lau Sapek yang selama ini aktif membantu masyarakat tanpa membedakan suku, ras maupun agama.
“Saya sangat mengapresiasi pengurus Cetiya Go Lau Sapek yang selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan serta terus menebarkan kebajikan kepada sesama.
Semoga ke depan semakin berkembang dan semakin peduli terhadap masyarakat, khususnya di Kota Medan,” ungkapnya.
Budi Malem juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT Dewa Ta Ye Pek serta doa bagi bangsa Indonesia.
“Selamat memperingati HUT Dewa Ta Ye Pek (5 Guee Che 4). Semoga senantiasa membawa keberkahan, kesehatan, kedamaian dan keselamatan bagi umat serta masyarakat.
Mari kita doakan agar bangsa Indonesia selalu hidup rukun, makmur, sentosa dan diberikan kelancaran dalam segala usaha,” katanya.
Lebih lanjut, Budi Malem menegaskan bahwa PTITD.SI 67 merupakan wadah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, harmonisasi, dan kerukunan antarumat beragama.
“PTITD.SI 67 adalah rumah besar toleransi dan harmonisasi. Sebagai bagian dari keluarga Tridharma dan Matrisia, kita memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga kerukunan dan memperkuat persaudaraan antarumat beragama,” tambahnya.
PTITD sendiri merupakan singkatan dari Perhimpunan Tempat Ibadat Tridharma, organisasi yang berkaitan erat dengan Majelis Rohaniawan Tridharma Seluruh Indonesia (Matrisia) dan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial yang berlandaskan ajaran Tridharma, yaitu Buddha, Tao, dan Konghucu.
Sementara itu, Suhu/Tatung Asiang menjelaskan bahwa Dewa Ta Ye Pek atau Da Ye Bo yang berarti “Paman Tertua” merupakan salah satu dari dua dewa pengawal akhirat dalam kepercayaan Taoisme dan tradisi Tionghoa, bersama Er Ye Pek. Keduanya dikenal sebagai Hei Bai Wu Chang atau Dewa Hitam Putih yang melambangkan keseimbangan Yin dan Yang serta siang dan malam.
Menurut legenda yang berkembang dalam budaya Tiongkok, Ta Ye Pek (Jenderal Xie Bi’an) dan Er Ye Pek (Jenderal Fan Wujiu) merupakan dua sahabat yang memiliki kesetiaan luar biasa.
Karena pengabdian dan persahabatan mereka, keduanya diangkat menjadi dewa dan diberi tugas mengawal roh manusia menuju alam baka.
Ta Ye Pek yang digambarkan berpakaian putih dipercaya bertugas menuntun roh orang-orang baik, sedangkan Er Ye Pek yang berpakaian hitam bertugas menangkap arwah orang yang berbuat jahat dan melanggar hukum karma.
Meski sering dikenal sebagai dewa pencabut nyawa, umat Tao meyakini bahwa Ta Ye Pek juga membawa keberuntungan, berkah dan rezeki bagi mereka yang hidup jujur dan berbuat kebajikan.
Oleh karena itu, patung Dewa Hitam Putih banyak ditempatkan di altar maupun kelenteng sebagai simbol perlindungan dan keseimbangan kehidupan.
Pantauan wartawan Warta Poldasu di lokasi, perayaan berlangsung meriah dan dihadiri masyarakat serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Rangkaian kegiatan meliputi ritual sembahyang dan doa bersama untuk memohon keselamatan, kesehatan, kelancaran usaha, serta dijauhkan dari berbagai mara bahaya.
Acara juga dimeriahkan dengan ritual pengobatan tradisional, atraksi barongsai dari Kim Hock, serta jamuan makan siang bersama yang semakin menambah suasana kebersamaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif sejak pagi hingga malam hari. (Red)
- Editor : N gulo
