Medan| Wartapoldasu.com – Horas Bangso Batak (HBB) menggelar konsolidasi besar organisasi melalui pelantikan sekitar 1.000 pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HBB periode 2026–2031.
Momentum ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat persatuan, solidaritas, serta kontribusi organisasi bagi masyarakat dan pembangunan Sumatera Utara.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Sabtu (24/10/2026), tersebut dipimpin langsung Ketua Umum DPP HBB, Lamsiang Sitompul, S.H., M.H.
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut Musyawarah Besar (Mubes) HBB yang digelar sehari sebelumnya, Jumat (23/10/2026).
Dalam forum tersebut, Lamsiang Sitompul kembali memperoleh kepercayaan untuk memimpin HBB melalui mekanisme aklamasi.
Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah tokoh nasional dan daerah, akademisi, unsur pemerintahan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan di Sumatera Utara.
Sejumlah nama yang tercantum dalam susunan penghormatan acara di antaranya Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari daerah pemilihan Sumatera Utara I sekaligus Dewan Penasihat HBB; Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S.
Akademisi dan tokoh budaya Batak yang tercantum sebagai Dewan Pakar HBB; serta Dr. Ir. Mulyono, S.T., M.Si., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara.

Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat komunikasi dan sinergi antara HBB, pemerintah, akademisi, serta elemen masyarakat lainnya.
Keterlibatan Maruli Siahaan sebagai Dewan Penasihat HBB diharapkan memberikan perspektif strategis bagi pengembangan organisasi, penguatan nilai kebangsaan, serta peningkatan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara I, Maruli diharapkan turut mendorong pemikiran konstruktif yang dapat memperkuat peran organisasi kemasyarakatan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
Sementara itu, Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S., sebagai Dewan Pakar HBB, diharapkan berkontribusi melalui pemikiran akademis dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan warisan budaya Batak.
Perpaduan pengalaman tokoh masyarakat, wawasan akademisi, dan komunikasi dengan pemerintah dinilai dapat menjadi modal bagi HBB untuk mengembangkan program yang tidak hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Terpilihnya kembali Lamsiang Sitompul melalui mekanisme aklamasi dalam Mubes HBB menjadi landasan bagi kepemimpinan organisasi untuk periode 2026–2031.
Kepercayaan tersebut sekaligus membawa tanggung jawab besar untuk memperkuat konsolidasi internal, membangun kepengurusan yang solid, serta memastikan setiap jajaran pengurus memahami arah dan tujuan organisasi.
Dengan sekitar 1.000 pengurus yang akan dilantik, HBB memiliki potensi untuk memperluas jaringan sosial, memperkuat komunikasi antardaerah, dan menggerakkan berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Namun, besarnya jumlah pengurus perlu diikuti dengan program kerja yang terukur, koordinasi yang baik, serta pengabdian yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pelantikan pengurus HBB diharapkan menjadi awal pengabdian yang lebih konkret, bukan sekadar kegiatan seremonial organisasi.
Berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelestarian budaya membutuhkan perhatian serta kerja sama seluruh jajaran pengurus.
HBB juga memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kapasitas generasi muda, penguatan solidaritas sosial, serta pelestarian nilai-nilai budaya Batak.
Konsolidasi yang melibatkan sekitar 1.000 pengurus tersebut diharapkan mampu melahirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dengan demikian, keberadaan HBB tidak hanya terlihat melalui struktur organisasi yang besar, tetapi juga melalui kegiatan sosial, kepedulian terhadap sesama, dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Pemilihan Aula Raja Inal Siregar di Kantor Gubernur Sumatera Utara sebagai lokasi pelantikan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara HBB dan pemerintah daerah.
Keterlibatan unsur pemerintahan, termasuk Kepala Kesbangpol Sumatera Utara, Dr. Ir. Mulyono, S.T., M.Si., mencerminkan pentingnya hubungan yang konstruktif antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat persatuan.
HBB diharapkan dapat menjadi mitra konstruktif pemerintah dalam mendukung pembangunan Sumatera Utara, terutama melalui kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Sebagai daerah yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial, Sumatera Utara membutuhkan semangat toleransi, kebersamaan, dan sikap saling menghormati.
Dalam konteks tersebut, organisasi kemasyarakatan memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menjaga persaudaraan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Pelantikan sekitar 1.000 pengurus HBB menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan solidaritas Bangso Batak, sekaligus mendorong kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Nilai-nilai luhur budaya Batak, termasuk filosofi Dalihan Na Tolu, diharapkan terus menjadi pedoman dalam membangun hubungan yang harmonis, menjunjung tinggi rasa hormat, dan memperkuat semangat kebersamaan.
HBB juga diharapkan mampu merangkul berbagai elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan.
Di bawah kepemimpinan Lamsiang Sitompul, S.H., M.H., HBB diharapkan semakin berkembang menjadi organisasi yang solid, mandiri, bermartabat, dan konsisten menjalankan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pelantikan pengurus di Aula Raja Inal Siregar bukan hanya menjadi bagian penting dari perjalanan organisasi, melainkan juga kesempatan untuk membuktikan bahwa persatuan Bangso Batak dapat diwujudkan melalui kerja nyata dan pengabdian bagi masyarakat serta pembangunan Sumatera Utara.
Sebab, kebesaran sebuah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya pengurus yang dilantik, tetapi juga oleh besarnya kontribusi, ketulusan, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.(Rusmauli S.)
- Editor : N gulo
