Madina| Wartapoldasu.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina).
Kelompok 58 kembali menghidupkan program Magrib Mengaji di Desa Sayur Mahincat, Kecamatan Aek Nabara Barumun, sebagai upaya memperkuat pendidikan keagamaan dan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Program yang telah berlangsung selama sepekan sejak aktivitas belajar mengajar di sekolah kembali normal pascalibur ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam membangkitkan kembali semangat belajar Al-Qur’an di kalangan anak-anak desa.
Berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN, kegiatan mengaji anak-anak sempat menurun bahkan terhenti selama masa libur sekolah.
Kondisi tersebut mendorong Mahasiswa KKN STAIN Madina Kelompok 58 untuk menginisiasi kembali tradisi Magrib Mengaji agar kebiasaan membaca Al-Qur’an tetap terjaga sekaligus memperkuat pembinaan karakter religius generasi muda.
Kegiatan dilaksanakan setiap selesai salat Magrib dan dipusatkan di rumah salah seorang warga, yakni rumah orang tua adik Aprah. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membimbing peserta sesuai tingkat kemampuan masing-masing, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, pembelajaran Iqra’, membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf, hingga murojaah bagi anak-anak yang telah lancar membaca.
Selain itu, peserta juga diberikan motivasi, pembinaan adab membaca Al-Qur’an, serta pemahaman mengenai pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Untuk menjaga efektivitas pembelajaran, kegiatan Magrib Mengaji diliburkan setiap malam Jumat dan malam Minggu. Sementara pada malam Sabtu, kegiatan diisi dengan praktik salat.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa membimbing anak-anak mengenai tata cara salat sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, mulai dari niat, gerakan, bacaan, hingga adab dan kekhusyukan dalam beribadah. Pembelajaran ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya menghafal bacaan salat, tetapi juga mampu memahami dan mempraktikkannya dengan benar sesuai syariat Islam.
Program ini dikoordinasikan oleh Febri Yanti Damayanti dan Nasli Agusti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), yang bertindak sebagai koordinator sekaligus penanggung jawab kegiatan.
Seluruh anggota KKN STAIN Madina Kelompok 58 turut berpartisipasi sebagai pendamping, pembimbing, dan pengajar secara bergiliran.
Kehadiran program Magrib Mengaji mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Sayur Mahincat.
Antusiasme anak-anak terlihat dari tingginya tingkat kehadiran setiap malam sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Para orang tua juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai berhasil menghidupkan kembali semangat anak-anak dalam belajar Al-Qur’an setelah sempat terhenti selama masa liburan sekolah.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN STAIN Madina Kelompok 58 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi Qur’ani yang mencintai Al-Qur’an, disiplin menjalankan ibadah, serta memiliki akhlakul karimah.
Mereka juga berharap program Magrib Mengaji dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat sebagai kegiatan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan dan menjadi budaya positif di Desa Sayur Mahincat.
Program Magrib Mengaji menjadi salah satu bukti nyata pengabdian Mahasiswa KKN STAIN Madina Kelompok 58 dalam membangun masyarakat melalui pendidikan keagamaan.
Sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan para orang tua diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.(Adam Ali)
- Editor : N gulo
