Salak| Wartapoldasu.com – Operasi Patuh Toba 2026 yang dilaksanakan Polres Pakpak Bharat tidak hanya berfokus pada penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas di jalan raya. Jajaran kepolisian juga turun langsung ke lingkungan sekolah untuk memberikan edukasi dan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini.
Kegiatan tersebut ditunjukkan personel Polres Pakpak Bharat yang tergabung dalam Satgas Preemtif, khususnya Subsatgas Dikmas dan Subsatgas Binluh, Jumat pagi (06/11/2026).
Usai melaksanakan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat pengguna jalan, personel kemudian melanjutkan kegiatan ke SMP Katolik Ringroad, Kabupaten Pakpak Bharat, guna memberikan penyuluhan keselamatan berlalu lintas kepada para pelajar.
Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H., selaku Kaopsres Patuh Toba 2026, melalui Kasi Humas Polres Pakpak Bharat AKP Amron Simanullang, S.H., selaku Kasatgas Banops, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengajak para pelajar agar memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.
“Kami mengajak para pelajar SMP Katolik untuk selalu patuh dalam berkendara di jalan umum. Keselamatan harus menjadi prioritas setiap pengguna jalan,” terang AKP Amron.
Dalam penyuluhan tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mengenai sejumlah aturan lalu lintas, di antaranya wajib menggunakan helm berstandar SNI saat mengendarai sepeda motor, tidak melawan arus, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, tidak mengemudi dalam pengaruh alkohol, serta larangan berkendara bagi anak di bawah umur.
Selain itu, disampaikan pula larangan berboncengan lebih dari satu orang, menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong, menerobos lampu lalu lintas, serta melanggar rambu-rambu lalu lintas lainnya.
AKP Amron menjelaskan, edukasi ke sekolah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026. Sebab, kesadaran berlalu lintas perlu ditanamkan sejak dini, khususnya kepada kalangan pelajar yang sebagian masih berada di bawah umur.
Menurutnya, peran orang tua juga sangat diperlukan dalam mengawasi anak-anak, terutama agar tidak memberikan izin kepada anak yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor.
“Tujuan kami datang ke sekolah adalah memberikan edukasi kepada para pelajar agar sejak dini tertanam kepatuhan dalam berlalu lintas. Mengingat usia pelajar SMP masih di bawah umur, hal ini juga harus menjadi perhatian dan atensi para orang tua dalam mengawasi anak-anaknya,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, para pelajar semakin memahami aturan berlalu lintas dan mampu menjadi generasi muda yang disiplin serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara.
Sementara itu, Kepala SMP Katolik Ringroad Kabupaten Pakpak Bharat, Mei Rice Florentina Nahampun, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta edukasi yang diberikan personel Polres Pakpak Bharat kepada para siswa.
“Liasate, terima kasih atas kunjungan personel Polres Pakpak Bharat ke sekolah kami. Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan murid-murid kami mengenai keselamatan berlalu lintas, khususnya apabila menggunakan sepeda motor,” ujarnya.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, Polres Pakpak Bharat berharap Operasi Patuh Toba 2026 tidak hanya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
- Editor : N gulo
