Mandailing Natal| Wartapoldasu.com – Napo Nauli Bulung (NNB) Desa Tobing Julu menyambut kehadiran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 28 STAIN Mandailing Natal dalam kegiatan silaturahmi yang berlangsung pada Jumat (4/7) pukul 20.00 WIB.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara organisasi kepemudaan desa dengan kalangan akademisi dalam memperkuat peran generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan masyarakat.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perkenalan, tetapi juga menjadi ruang dialog yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan komitmen bersama untuk memajukan Desa Tobing Julu.
Mahasiswa KKN bersama pengurus dan anggota NNB membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan kapasitas pemuda, pemberdayaan masyarakat, hingga pemanfaatan potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi.
Diskusi berlangsung secara terbuka dan konstruktif sehingga menghasilkan kesepahaman mengenai arah kerja sama yang akan diwujudkan selama pelaksanaan program KKN.
Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Ketua KKN Kelompok 28 menyampaikan bahwa keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat sangat bergantung pada kemampuan membangun kepercayaan, komunikasi, dan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat.
Dalam hal ini, NNB dinilai sebagai mitra strategis karena memiliki kedekatan dengan masyarakat serta memahami kondisi sosial dan kebutuhan pembangunan di Desa Tobing Julu.
Sementara itu, NNB Tobing Julu menilai kehadiran mahasiswa KKN menjadi momentum untuk memperluas jejaring kolaborasi sekaligus memperkuat peran pemuda dalam mendorong perubahan sosial yang positif.
Organisasi kepemudaan dipandang memiliki posisi penting sebagai penghubung antara masyarakat dengan berbagai inisiatif pembangunan yang berorientasi pada kemajuan desa.
Pertemuan tersebut juga menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik maupun aspek administratif semata.
Penguatan modal sosial melalui komunikasi yang efektif, partisipasi aktif masyarakat, serta kolaborasi lintas elemen menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Secara akademik, kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Kuliah Kerja Nyata menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, memperkuat kemampuan komunikasi sosial, memahami karakteristik masyarakat, serta menghadirkan solusi yang relevan terhadap berbagai persoalan di tingkat desa.
Mahasiswa KKN Kelompok 28 STAIN Mandailing Natal yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari Muhammad Sobri, Habib Azizi, Muhammad Erwin Nasution, Khoirun Nisa, Nur Salsabila, Nur Aslina, Asiyah Syahrani, Nurul Syakilah, Fitri Agustina, dan Ayu Nurani.
Kehadiran seluruh anggota mencerminkan komitmen bersama dalam menjalankan pengabdian yang berlandaskan nilai kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan solidaritas sosial.
Melalui pertemuan ini, Mahasiswa KKN Kelompok 28 STAIN Mandailing Natal dan NNB Tobing Julu sepakat menjadikan semangat kebersamaan sebagai fondasi utama dalam setiap program yang akan dijalankan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat serta memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan dalam mendorong pembangunan desa yang partisipatif, inovatif, dan berdaya saing.(Adam Ali)
- Editor : N gulo
