Medan| Wartapoldasu.com – Ketua DPRD Kota Medan sekaligus Ketua Permabudhi Sumatera Utara, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., bersama Ketua Tridharma Komda Sumut PTITD.SI 67 & Martrisia, Budi Malem.
Mengunjungi Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Cetiya Dharma Conary di Jalan Danau Semayang No. 163, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Kunjungan tersebut dalam rangka menghadiri perayaan hari ulang tahun Dewa Tan Tong Jin Pek Pek (Go Lau) yang diperingati berdasarkan penanggalan lunar 7 Guek 24.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh pengelola TITD Cetiya Dharma Conary, Suhu Alung.
Turut hadir Anggota DPRD Kota Medan, Dr. Dra. Lily, M.B.A., M.H., serta sejumlah tokoh dan pengurus organisasi masyarakat.

Suhu Alung menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian yang diberikan Drs. Wong Chun Sen Tarigan bersama Budi Malem dan Dr. Dra. Lily kepada TITD Cetiya Dharma Conary.
Menurutnya, kehadiran para tokoh tersebut merupakan suatu penghargaan bagi pengurus dan umat di Cetiya Dharma Conary.
“Kegiatan seperti ini rutin kami adakan setiap tahunnya. Semoga di hari ulang tahun Dewa Tan Tong Jin Pek Pek ini membawa kebahagiaan, keberuntungan, keberkahan dan kedamaian bagi kita semua,” ujar Alung.
Dalam kesempatan tersebut, Alung turut menjelaskan sejarah dan kepercayaan mengenai Dewa Tan Tong Jin Pek Pek atau yang sering disebut Apek Tan Tong Jin.
Tan Tong Jin dipercaya sebagai sosok leluhur atau shen (dewa lokal) yang dihormati dalam tradisi masyarakat Tionghoa setempat, khususnya di wilayah Sumatera Utara, seperti Medan dan Binjai.
Nama Tan Tong Jin merupakan nama tokoh yang disertai gelar kehormatan spiritual. Sementara “Pek Pek” atau “Apek” merupakan panggilan hormat dalam bahasa Hokkien bagi pria yang lebih tua atau kakek.
Dalam keyakinan masyarakat setempat, beliau dipercaya sebagai pelindung, pemberi berkah keselamatan serta penolong bagi masyarakat yang datang berdoa dengan tulus di tempat ibadah tersebut.
Alung juga menekankan pentingnya menjaga toleransi, kerukunan umat beragama dan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari penguatan kehidupan kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya sangat bangga dan bahagia atas kunjungan semua saudaraku,” kata Alung saat diwawancarai Mitra Poldasu News di sela-sela acara.
Sementara itu, Budi Malem menyampaikan rasa salut dan bangga atas pelaksanaan perayaan tersebut.
Menurutnya, keberagaman suku dan agama yang hadir dan dapat duduk serta makan bersama menjadi gambaran nyata kehidupan toleransi di tengah masyarakat.
“Hal seperti ini perlu kita pupuk bersama agar keakraban ini dapat terus terjalin. Mari kita bersama-sama melestarikan budaya, menghormati perbedaan, menjaga toleransi dan kerukunan serta peduli terhadap sesama dalam bingkai kebhinnekaan Nusantara,” ujar Budi.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Medan sekaligus Ketua Permabudhi Sumut Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B.; Ketua Tridharma Komda Sumut PTITD.SI 67 & Martrisia Budi Malem, S.Mt., didampingi Bendahara Komda Sumut Setiawati Isah; Anggota DPRD Kota Medan Dr. Dra. Lily, M.B.A., M.H.
Pembimas Kementerian Agama Buddha Sumut Sukasdi, S.E., M.A.; Ketua Umum BIMANTARA Bobby Chayadi, S.H., didampingi pengurus DPP BIMANTARA M. Bambang; Babinsa Sei Agul Sertu Wahyudi; serta Tim Media Mitra Poldasu News.
Pantauan wartawan Mitra Poldasu News di lokasi, kegiatan berlangsung ramai dan penuh keakraban. Para tamu undangan mengikuti rangkaian ritual sembahyang, doa, konsultasi, hingga makan malam bersama yang telah disiapkan pengurus TITD Cetiya Dharma Conary.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat menjaga toleransi serta kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. (Red)
- Editor: N Gulo
