Medan| Wartapoldasu.com – Prestasi di bidang akademik kembali ditorehkan personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Sumatera Utara. IPDA Dr. Zeplin Sianturi, S.H., M.H.
Yang bertugas sebagai Wakapolsek Muara, Polres Tapanuli Utara, Polda Sumatera Utara, berhasil menyelesaikan pendidikan Program Doktor (S3) Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan karier dan akademiknya. Di tengah tanggung jawab menjalankan tugas sebagai anggota Polri, IPDA Zeplin Sianturi mampu menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktoral.

Prosesi akademik tersebut ditandai dengan Rapat Senat Terbuka Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Periode 98, September 2026, yang meliputi pelepasan lulusan Sarjana (S1), Magister (S2) Ilmu Hukum, Magister (S2) Kenotariatan, serta Doktor (S3) Ilmu Hukum.
Bagi IPDA Zeplin Sianturi, pencapaian gelar doktor bukan semata-mata untuk menambah gelar akademik di belakang perjalanan kariernya.
Pendidikan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian, terutama karena profesi Polri memiliki keterkaitan erat dengan hukum dan kehidupan masyarakat.
Bagi saya, meraih gelar doktor bukanlah akhir dari proses belajar. Justru ini merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam tugas, pengabdian kepada masyarakat, serta memberikan kontribusi pemikiran bagi institusi Polri dan pembangunan hukum di Indonesia,” ujar IPDA Zeplin Sianturi.»
Menurutnya, pengalaman sebagai praktisi kepolisian dan pendidikan akademik di bidang hukum merupakan dua hal yang dapat saling melengkapi.
Pengalaman di lapangan memberikan pemahaman mengenai berbagai persoalan hukum yang nyata di tengah masyarakat, sementara pendidikan akademik memberikan ruang untuk mengkaji persoalan tersebut secara ilmiah, sistematis, dan komprehensif.
Menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral sambil tetap menjalankan kewajiban sebagai anggota Polri bukanlah perjalanan singkat.
Dibutuhkan kedisiplinan serta kemampuan membagi waktu antara tugas kedinasan, keluarga, penelitian, dan kewajiban akademik.
IPDA Zeplin Sianturi menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan banyak pihak.
Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga, pimpinan Polri, promotor, para dosen dan civitas akademika, rekan-rekan Polri, sahabat, kerabat, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan dan doa selama proses pendidikan doktor Ilmu Hukum.
“Pencapaian ini tidak saya pandang sebagai keberhasilan pribadi semata. Ada doa keluarga, dukungan pimpinan, bimbingan para dosen, serta dukungan rekan-rekan, sahabat dan teman-teman dalam setiap proses yang saya jalani,” katanya.
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, IPDA Zeplin Sianturi berharap dapat terus mengembangkan kapasitas sebagai praktisi sekaligus akademisi di bidang hukum.
Ilmu yang diperoleh selama pendidikan doktoral diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Pencapaian tersebut juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda dan personel Polri lainnya bahwa tugas kedinasan dan pengembangan pendidikan dapat berjalan beriringan melalui komitmen dan kedisiplinan.
“Setinggi apa pun pendidikan yang kita capai, pada akhirnya ukuran terpenting adalah sejauh mana ilmu tersebut dapat memberikan manfaat.
Bagi saya, ilmu adalah bekal untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” tutup IPDA Zeplin Sianturi.
- Editor : N gulo
