Jakarta| Wartapoldasu.com – Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi perekonomian Indonesia yang dinilainya mengalami anomali.
Menurutnya, meski pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun terakhir berada di kisaran 5 persen, kondisi kesejahteraan masyarakat dinilai belum mencerminkan hasil pertumbuhan tersebut.
Dalam pidatonya saat penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU), Prabowo mengungkapkan keheranannya terhadap data yang menunjukkan negara semakin kaya, namun jumlah penduduk miskin justru bertambah dan kelas menengah mengalami penurunan.
“Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah. Ini sesuatu yang aneh, yang anomali,” ujar Prabowo.
Prabowo menilai kondisi tersebut mengindikasikan bahwa hasil pertumbuhan ekonomi belum dinikmati secara merata.
Menurutnya, hanya segelintir pihak yang memperoleh manfaat terbesar dari pertumbuhan ekonomi nasional sehingga diperlukan pembenahan terhadap sistem ekonomi agar lebih berkeadilan bagi seluruh rakyat.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan publik karena menyinggung isu ketimpangan ekonomi, meningkatnya angka kemiskinan, serta menyusutnya kelompok masyarakat kelas menengah. (Red)
- Sumber : CNN Indonesia
- Editor : N gulo
