Simalungun – Wartapoldasu.com – Batunanggar bergerak cepat meredam isu miring di tengah masyarakat terkait proyek rehabilitasi Tribun Lapangan Dobana.
Camat Dolok Batunanggar, Siti Aminah Siregar, mengundang seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga organisasi kemasyarakatan (Ormas) untuk berdialog secara transparan di Ruang Harungguan Kantor Camat Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun, Jumat (9/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung kondusif mulai pukul 15.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Simalungun Karnali Saragih, Kapolsek Dolok Batunanggar Rido Pakpahan, perwakilan Koramil, Lurah Serbelawan Lasma Damanik, serta Ketua LPM Serbelawan Reston Siregar.
Sementara dari unsur pemuda dan Ormas, tampak hadir perwakilan dari Pemuda Pancasila (PP), Grib Jaya, dan IPK.
Dalam pertemuan tersebut, beberapa aset strategis kecamatan seperti Pajak Serbelawan dan Wisma Serbelawan turut dibahas.
Namun, fokus utama dialog diarahkan untuk mengklarifikasi polemik perbaikan Tribun Lapangan Dobana agar tidak terjadi disinformasi.
Camat Dolok Batunanggar, Siti Aminah Siregar, menegaskan bahwa pihak pemerintah kecamatan sama sekali tidak mengelola anggaran proyek tersebut, melainkan hanya bertindak sebagai pemohon fasilitasi.
“Terkait perbaikan Tribun Lapangan Dobana, kami Pemerintah Kecamatan Dolok Batunanggar hanya sebatas penerima manfaat.
Kami mengajukan permohonan perbaikan kepada pihak Manajemen Kebun Dolok Ilir, namun sistem pengerjaan sepenuhnya dilakukan oleh pihak kebun.
Jadi kami sifatnya terima jadi setelah perbaikan selesai,” tegas Siti Aminah di hadapan peserta rapat.
Senada dengan Camat, Lurah Serbelawan Lasma Damanik menjelaskan bahwa pengerjaan rehab tribun ini digenjot secara kilat (kejar tayang) oleh Manajemen Kebun Dolok Ilir dengan mendatangkan tenaga ahli internal mereka.
Langkah cepat ini diambil karena Lapangan Dobana merupakan lokasi utama pelaksanaan upacara HUT RI tingkat Kabupaten Simalungun yang waktu persiapannya sangat mendesak.
Lasma juga meluruskan kabar burung seputar mekanisme pencairan dana yang melibatkan wilayah lain. Menurutnya, pihak Perkebunan PTPN IV mensyaratkan kelengkapan NPWP dan rekening lembaga formal untuk proses pencairan.
“Karena kebutuhan dana sangat mendesak agar perbaikan selesai tepat waktu sebelum hari H, kami bekerja sama dan melibatkan Pangulu Nagori Tenera untuk proses administrasi pencairan, sebab wilayah tersebut merupakan nagori terdekat dengan Dolok Ilir. Semua dilakukan demi kelancaran pembangunan fasilitas publik ini,” jelas Lasma.
Menanggapi dinamika yang berkembang, Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Karnali Saragih, mengapresiasi kepedulian dan sikap kritis masyarakat terhadap situasi di Kecamatan Dolok Batunanggar.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar setiap persoalan diselesaikan melalui forum duduk bersama agar tidak menimbulkan kegaduhan yang dapat merugikan daerah.
“Bantuan pembangunan dari pihak manapun, terutama pihak perkebunan, harus kita sikapi dengan baik. Jangan sampai ada permasalahan yang membuat pihak donatur jera untuk membantu kita ke depan.
Mari kita bersama menciptakan Dobana yang lebih baik dan jangan mudah menanggapi hal-hal yang belum pasti yang bertujuan memecah belah kerukunan warga. Mari kita jaga Dolok Batunanggar dengan slogan ‘Jaga Dobana’,” imbau Karnali.
Melalui pembahasan yang serius namun penuh kekeluargaan tersebut, polemik yang berkembang di ruang publik akhirnya melahirkan titik temu.
Seluruh elemen masyarakat yang hadir sepakat dan menyatakan dukungan penuh terhadap program pembangunan di Kecamatan Dolok Batunanggar.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan koordinasi guna mencegah diskomunikasi di masa mendatang.
Masyarakat diimbau untuk menelaah serta mengonfirmasi setiap informasi terlebih dahulu ke pihak berwenang guna menjaga situasi Dolok Batunanggar tetap aman, damai, dan kondusif dalam bingkai semangat “Jaga Dobana. (Mariono)
- Editor : N gulo
