Medan| Wartapoldasu.com – Tim Cegah Satgaswil Sumatera Utara Densus 88 Anti Teror Polri menjadi narasumber dalam kegiatan pembentukan dan pengukuhan Garda Pramuka Kesatria Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara yang digelar pada Jumat (3/7/2026) di Jalan Pramuka, Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Iptu Shandi Yuda, S.H., M.M. selaku Wakil Bela Negara dan Mental Spiritual, panitia pengurus Garda Pramuka Kesatria, serta para peserta yang mengikuti kegiatan.
Acara dibuka oleh Iptu Shandi Yuda, S.H., M.M., yang secara simbolis menyerahkan perlengkapan Pramuka kepada perwakilan peserta. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembekalan interpersonal skill kepada peserta Garda Pramuka Kesatria, serta pelaksanaan Salat Jumat.
Pada sesi utama, Ketua Tim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Idpda Kunto Adi Wibowo, S.H., M.H., memberikan pembekalan mengenai pencegahan penyebaran paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme).
Dalam pemaparannya, Idpda Kunto Adi Wibowo menjelaskan bahwa perkembangan paham radikalisme saat ini semakin menyasar kalangan Generasi Z dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, seperti telepon genggam, permainan daring (online game), serta penyebaran informasi yang belum tentu benar dan belum terverifikasi.
“Kami mengajak adik-adik Garda Pramuka Kesatria untuk bersama-sama mencegah masuknya paham IRET. Dekatkan diri kepada Allah SWT atau Tuhan Yang Maha Esa, gunakan telepon genggam secara bijak.
jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tetap aktif berbaur dengan keluarga, lingkungan, dan teman-teman,” pesan Katim Cegah kepada para peserta.
Kegiatan pembentukan dan pengukuhan Garda Pramuka Kesatria dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Selama kegiatan berlangsung, Tim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri akan terus mendampingi peserta dengan tujuan membentuk Duta Cegah penyebaran paham IRET di lingkungan Pramuka.
Sekaligus memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda agar memiliki wawasan kebangsaan, semangat toleransi, serta ketahanan terhadap pengaruh paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa.
- Editor : N gulo
