Aceh Tamiang| Wartapoldasu.com – Seiring proses pemulihan pascabencana banjir, seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Tamiang kini kembali beroperasi normal.
Pulihnya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ini menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas warga sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.
Kondisi tersebut dipastikan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas usai melakukan pengecekan langsung operasional SPBU serta evaluasi penyediaan dan penyaluran BBM di wilayah terdampak bencana.
Pemantauan dilakukan pada tiga SPBU di kawasan Alur Bemban, Tanah Terban, dan Seumadam. Saat banjir melanda, dua SPBU—yakni di Alur Bemban dan Tanah Terban—sempat terendam. Kini, keduanya telah kembali melayani masyarakat di wilayah terdampak.
“Di wilayah Aceh Tamiang ada tujuh SPBU. Pascabencana, seluruh SPBU saat ini sudah kembali normal 100 persen dan beroperasi sesuai regulasi.
BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara melakukan cek fisik ke SPBU yang melayani langsung masyarakat terdampak,” ujar Wahyudi di Aceh Tamiang, Sabtu (14/2/2026).
Selanjutnya, tim melakukan pemantauan ke SPBU Seumadam yang juga berfungsi sebagai SPBU penyangga penyaluran BBM di wilayah bencana.
“Penyangga ini artinya, saat terjadi gangguan pada SPBU yang melayani wilayah bencana, pasokan dapat ditopang oleh SPBU ini. Dalam rangka pemulihan bencana, stok dan distribusi BBM—baik subsidi maupun nonsubsidi—berjalan lancar,” jelasnya.
Dari sisi pasokan, stok BBM dipastikan dalam kondisi aman untuk kebutuhan harian masyarakat. Ketersediaan ini diharapkan mampu mendukung aktivitas warga yang mulai kembali normal.
Selain memastikan keamanan pasokan dan distribusi, tim juga melakukan uji mutu dan akurasi volume BBM melalui pengujian berat jenis (densitas) dari nozzle SPBU.
“Setelah monitoring di tiga SPBU serta evaluasi, stok BBM tersedia dan terpenuhi. Kami juga melakukan uji tera, cek warna, dan densitas—semuanya masih dalam ambang batas toleransi yang ditetapkan. Secara regulasi, seluruh ketentuan terpenuhi,” pungkas Wahyudi.
Pemantauan tersebut turut dihadiri Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa, serta didampingi Sales Area Manager Retail Aceh Misbah Bukhori dan Sales Branch Manager Aceh II Fuel Ferdi Kurniawan. (Chan)
- Editor : N gulo
