Jakarta|Wartapoldasu.com – Seorang wanita berparas manis yang juga atlet golf, Jesslyn Wijaya Lay, putri pengusaha Pontu Wijaya dilaporkan menjadi korban penculikan atau perampasan kemerdekaan di tempat umum Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Penculikan itu memperoleh perhatian serius dari Partai Loyalis Bapak HM.Soeharto, Parsindo (Partai Swara Rakyat Indonesia).
Menurut Ketua Umum Partai Parsindo, KRH.HM.Jusuf Rizal kepada media di Jakarta, peristiwa ini mencoreng dan melecehkan Pemerintahan Prabowo Subianto.
“Ini berbahaya jika negara tidak bisa melindungi warganya. Apalagi diculik ditempat umum, kemudian dibawa kabur ke Luar Negeri.
Kredibilitas Presiden Prabowo dan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo dipertaruhkan. Ini pekerjaan mafia yang mau merusak reputasi pemerintahan Prabowo,” tegas Jusuf Rizal, pria penggiat anti korupsi, Relawan Prabowo itu.
Dikatakan, di era kepemimpinan Presiden RI ke-2, Bapak HM.Soeharto, tindakan kepada para penjahat sangat tegas. Para penjahat tidak bisa berulah Masyarakat pun aman.
Ada baiknya Presiden Prabowo habisi para penjahat dan berlakukan Petrus (Penembah misterius), termasuk kepada para koruptor kakap.s
Siapa itu Jesslyn Wijaya. Perempuan berparas ayu itu, bukan orang sembarangan. Dia adalah putri dari pengusaha terkemuka Ponty Wijaya. Dia diculik saat mau merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) nenek tercinta.
Tragedi penculikan terjadi dengan sangat dramatis. Jesslyn diangkut oleh orang tak dikenal tepat di depan mata keluarganya pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB.
Menurut keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, kala persiapan sudah rampung dan lagu ulang tahun akan diputar, korban diduga secara tiba-tiba ditutup matanya, kemudian diangkat dan dibopong oleh beberapa lelaki bertubuh besar menuju sebuah mobil warna hitam.
Menurut keterangan saksi, terdapat sekitar lima orang laki-laki di lokasi pada saat peristiwa berlangsung.
Adapun Jesslyn terdengar berteriak minta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun ditahan tetap di dalam mobil. Kendaraan tersebut kemudian meluncur meninggalkan lokasi.
Sejak saat itu, korban tidak lagi dapat dihubungi oleh teman-temannya maupun keluarganya. Telepon seluler korban tidak dapat dihubungi.
Peristiwa diduga penculikan tersebut dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat. Berdasarkan informasi diperoleh pelapor, tim Polres Jakarta Pusat bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan awal, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di restoran.
Berdasarkan laporan pengaduan tersebut, para pelaku bakal dijerat dengan menggunakan Pasal 450 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 446 KUHP terkait dugaan Tindak Pidana Penculikan dan Perampasan Kemerdekaan.
Hal menarik dan penuh mestiri dari aksi penculikan ini mulai muncul. Sejumlah saksi membenarkan adanya peristiwa sebagaimana dilaporkan. Namun saat dilakukan pengecekan di lokasi, rekaman CCTV restoran tidak difungsikan.
Apakah kondisi tersebut berkaitan dengan peristiwa yang sedang diselidiki, masih dalam pendalaman Polres Jakarta Pusat.
Tim Polres Jakarta Pusat juga melakukan penelusuran ke beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban, termasuk mendatangi tempat tinggal korban.
Namun korban yang berdomisili di sebuah apartemen di kawasan Pluit, Jakarta Utara, tetap tidak dapat dihubungi dan belum diketahui keberadaannya.
Hasil pelacakan sementara pelapor, didapati informasi adanya perjalanan ke luar negeri. Pada 14 Juli 2026 korban melakukan perjalanan menuju Malaysia.
Pelapor dapat informasi pula bahwa perangkat telepon seluler milik korban masih sempat terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran.
Penasihat hukum Ir Andi Darti SH MH mengatakan, hingga saat ini keberadaan Jesslyn Wijaya masih belum dapat dipastikan.
“Kami berharap Polres Jakarta Pusat terus melakukan langkah-langkah penelusuran dan penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel,” kata Andi di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
“Apabila telah diperoleh bukti permulaan yang cukup sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku, kami berharap penanganan perkara dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan sehingga seluruh fakta dapat diungkap secara tuntas,” lanjutnya.
Upaya pencarian masih terus dilakukan. Andi pun meminta apabila ada masyarakat yang menemukan ataupun mengetahui keberadaan Jesslyn, mohon segera diinfokan.
“Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan korban agar menyampaikan informasi kepada penyidik guna membantu proses penegakan hukum dan Upaya penyelamatan serta perlindungan terhadap korban,” tutur Andi. (Tim)
- Editor : N gulo
