Madina| Wartapoldasu.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Mandailing Natal kembali melontarkan kritik keras dan terbuka kepada Kapolres Mandailing Natal.
Mahasiswa menilai penanganan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan masih berjalan lamban.
Tak hanya menyoroti aktivitas tambang ilegal, mahasiswa juga mendesak aparat kepolisian untuk segera menindak mafia penimbun bahan bakar minyak (BBM) ilegal yang diduga menjadi pemasok utama operasional alat berat di lokasi tambang emas tanpa izin.
Ketua DEMA STAIN Madina, Abdul Bais Nasution, menyatakan praktik penimbunan dan distribusi BBM ilegal telah merugikan masyarakat luas.
Ia menilai kondisi tersebut sangat ironis, di tengah kelangkaan BBM yang dirasakan masyarakat, justru suplai bahan bakar untuk alat berat tambang ilegal tetap berjalan lancar.
“Rakyat kesulitan mendapatkan BBM, tetapi alat berat tambang ilegal tetap beroperasi siang dan malam.
Ini ironi yang memalukan. Kami mendesak Kapolres segera menangkap mafia penimbun BBM ilegal yang menjadi urat nadi operasional tambang emas haram di Mandailing Natal,” tegas Abdul Bais, Senin (2/3/2026).
Menurut DEMA, praktik tersebut bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan diduga merupakan jaringan terorganisir yang merusak perekonomian daerah, mencederai rasa keadilan masyarakat, serta memperkuat eksistensi tambang ilegal yang telah menimbulkan kerusakan lingkungan bahkan memakan korban jiwa.
Mahasiswa menilai jika aparat penegak hukum tidak segera mengambil langkah tegas, maka akan muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa terjadi pembiaran terhadap aktivitas ilegal tersebut.
DEMA juga menegaskan agar penegakan hukum tidak hanya menyasar pekerja lapangan atau sopir pengangkut, tetapi harus menjerat aktor utama yang diduga menjadi pemodal dan pengendali jaringan.
“Tangkap pemodalnya dan bongkar seluruh jaringannya. Jangan hanya menyentuh ranting, sementara akarnya dibiarkan tumbuh subur,” ujarnya.
Menurut mereka, tambang emas ilegal dan mafia penimbun BBM merupakan dua persoalan yang saling berkaitan.
Selama suplai BBM ilegal tidak diputus, maka aktivitas tambang ilegal akan terus berlangsung dan merampas hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan aman.
DEMA STAIN Madina menegaskan mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat praktik yang dinilai merugikan masyarakat kecil.
Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah penindakan yang nyata dan transparan, mahasiswa memastikan akan turun ke jalan bersama masyarakat untuk menuntut penegakan hukum yang tegas dan tanpa kompromi.
“Mandailing Natal bukan ladang bebas bagi mafia minyak dan tambang ilegal. Kapolres harus membuktikan keberanian dan integritasnya.
Tangkap para mafia itu sekarang juga, atau publik akan menilai hukum sedang kehilangan wibawanya,” pungkas Abdul Bais.
- Editor : N gulo
