Labuhanbatu| Wartapoldasu.com – Aksi pencurian kendaraan bermotor (ranmor) di Desa Seijawi Jawi, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, kian meresahkan warga.
Bahkan, salah satu terduga pelaku sempat diamankan warga, namun justru dilepas melalui jalur perdamaian dengan alasan memiliki hubungan keluarga. 02/05/26.
Peristiwa ini terjadi di Dusun Sidomakmur pada Jumat malam, 1 Mei 2026. Warga yang geram nyaris meluapkan emosi terhadap kawanan spesialis ranmor yang diduga telah berulang kali beraksi di wilayah tersebut.
Sebelumnya, dalam beberapa minggu terakhir, masyarakat setempat mengaku kehilangan sejumlah sepeda motor tanpa diketahui pelakunya.
Salah satu korban, Surono, kehilangan satu unit sepeda motor jenis Honda Supra X yang diduga dicuri oleh kawanan pelaku.
Menurut keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, saat kejadian warga telah berkumpul di sekitar rumah korban karena informasi bahwa salah satu pelaku berada di dalam rumah tersebut.
“Warga sudah ramai, pelaku diduga ada di dalam rumah Surono, salah satu korban,” ujarnya.
Ketua LPM Desa Seijawi Jawi, Bahtaruddin Ritonga, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
Namun, ia menyebut korban tidak memberikan keterangan yang jelas, sehingga situasi ditangani secara hati-hati demi menjaga kondusivitas keamanan desa.
Ia juga mengaku sempat berupaya menghubungi Bhabinkamtibmas, namun tidak berhasil karena waktu sudah larut malam. Selain itu, kendala jarak ke kantor polisi dan keterbatasan akses penyeberangan menjadi hambatan untuk segera melaporkan kejadian tersebut.
Keesokan harinya, Kepala Dusun Sidomakmur, Hasim, menyampaikan bahwa pelaku diduga berjumlah tiga orang.
Salah satu yang sempat diamankan diketahui bernama Coki, warga Teluk Pia, sementara dua lainnya yakni Rangga, warga Sidomakmur, dan Piyan, warga Dusun Brombang Tunggal.
Namun, keputusan korban yang memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan menuai kekecewaan dari masyarakat.
Warga berharap kasus ini dapat diproses secara hukum agar ada efek jera serta pengembangan kasus, mengingat masih adanya laporan kehilangan sepeda motor di wilayah tersebut.
“Jangan karena ada hubungan keluarga, masalah ini dianggap sepele. Kami ingin kasus ini diproses hukum supaya jelas dan tidak terulang lagi,” ungkap salah satu warga.
Hingga berita ini diterbitkan, Surono selaku korban belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan lebih lanjut. (Tim)
- Editor : N gulo
