Jakarta| Wartapoldasu.com – Organisasi Masyarakat (Ormas) Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara menyatakan penolakan terhadap wacana penutupan gerai Alfamart, Indomaret, dan Warung Madura yang dikaitkan dengan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Ketua Umum Madas Nusantara, Jusuf Rizal, menilai kebijakan tersebut berpotensi merugikan masyarakat dan mengancam mata pencaharian banyak orang.
“Seharusnya koperasi bertujuan untuk mensejahterakan rakyat, bukan menyengsarakan rakyat,” ujar Jusuf Rizal kepada media di Jakarta.
Menurutnya, usaha ritel modern maupun Warung Madura telah lebih dahulu beroperasi dan memiliki dasar hukum serta investasi yang jelas. Karena itu, mereka tidak dapat ditutup secara sepihak.
Jusuf Rizal juga menyoroti kewenangan terkait pengelolaan koperasi. Menurutnya, urusan Koperasi Desa Merah Putih berada dalam lingkup tugas Kementerian Koperasi, sementara Kementerian Desa memiliki fokus kerja yang berbeda.
Ia menilai jika penutupan gerai ritel modern benar dilakukan, dampaknya dapat memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) dan mengurangi kesempatan kerja di sektor informal maupun formal.
“Penutupan gerai tentu akan berdampak pada para pekerja yang selama ini menggantungkan hidupnya dari sektor tersebut,” katanya.
Madas Nusantara juga mempertanyakan kesiapan Koperasi Desa Merah Putih untuk menggantikan peran jaringan ritel yang telah berjalan dan melayani masyarakat di berbagai daerah.
Selain itu, organisasi tersebut menyatakan akan menggalang dukungan dari para pekerja dan pelaku usaha yang terdampak apabila kebijakan tersebut benar-benar diwujudkan.
Mereka bahkan membuka kemungkinan untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi kepada pemerintah dan lembaga terkait.
Di akhir pernyataannya, Madas Nusantara meminta pemerintah untuk mengkaji secara matang setiap kebijakan yang berpotensi memengaruhi iklim usaha, investasi, serta lapangan pekerjaan masyarakat. (Tim)
- Editor : N gulo
